Muratara Diselimuti Kabut Asap

12.931 dibaca
Ilustrasi Kabut Asap (poto net)
Ilustrasi Kabut Asap (poto net)

MURATARA, Buanaindonesia.com- Wilayah Muratara, Jumat (04/09/15) diselimuti kabut asap, yang diduga akibat adanya titik api tersebar di setiap kecamatan. Kabut asap yang menyerupai awan tipis seperti mendung mulai kelihatan sekitar pukul 07.00 WIB hingga terbitnya matahari.

Ilustrasi Kabut Asap (poto net)
Ilustrasi Kabut Asap (poto net)

Kondisi ini menyebabkan kawasan Kabupaten Muratara seperti diselimuti mendung, jarak pandang hanya sekitar 100 meter Dan mata perih menjadi perih.

Advertisement

“Sejak Senin (31/8) kemaren suda ada kabut asap, namun tidak seperti hari ini (kemaren, red). Ini jarang pandang hanya 100 Meter saat pagi hari,” ungkap Sadam (30) pengendara yang melintas di Kecamatan Rupit.

Menurutnya, hal ini menghakwatirkan adanya dampak penyakit pada masyarakat, sebab saat melintas bukan hanya kabut asap tetapi debu jalan yang saat ini masa pembangunan juga meresakan pengendara. Dilanjutkannya, dengan adanya kabut asap tersebut yang dikirim mendung itu saat berkendaraan sepeda motor membuat mata merasa perih.

Senada disampaikan Herman (22) warga Kecamatan Karang Jaya, saat melintas mengaku adanya kabut asap tipis membuat mata perih, sementara untuk menggunakan helem dirinya kahwatir akan keselamatan dijalan.

“Terpaksa saya menahan rasa perih saat mengendarai sepeda motor,” katanya.

Dirinya menduga, kabut asap tersebut berasal dari pembakaran lahan ataupun berasal dari perkebunan warga yang sudah biasa membuka lahan dengan cara membakar.

“Kabut ini saya yakin dari kebun warga dan jika ini terus dibiarkan maka akan berdampak kepada masyarakat umnya. Diharapkan intansi yang terkait untuk segera mencega dan mencari solusinya. Sangat disayangkan jika nanti suda terdapat masyarakat yang sakit akibat dari kabut asap,” harapnya.

Sementara itu Kepala KPHP Muratara H Harab membenarkan adanya dampak kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah Kabupaten Muratara, hal itu dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat yang membuka lahan perkebunan masih dengan cara membakar.

“Terjadinya kabut asap karena adanya titik-titik hotspot yang diketahui dari laha warga yang sedang dibuka dan dibakar. Tentu hal ini kurangnya kesadaran masyarakat akan dapak dari membakar lahan tersebut dirasakan oleh masyarakat umumlainnya,” ungkapnua.

Dilanjutkannya, bahwa pada Senin (31/8) kemaren dari laporan Aqua/TERRA Modis Provinsi Sumsel wilayah muratara terdapat 6 titik Hotspot di lahan warga. Dengan rincian di daerah perbatasan Jambi dengan Nibung terdapat satu titik hotspot, Kecamatan Karang Dapo dua titik hotspot dan Kecamatan Rawas Ilir terdapat tiga titik hotspot.

Editor: Karnadi

Bagaimana Menurut Anda?