MURATARA, Buanaindonesia.com – Sudah dua hari Aksi penyegelan Kantor Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terus dilakukan. Para pengunjuk rasa menempelkan sejumlah karton berisi tulisan akan menyegel kantor KPU Muratara. Rabu (28/10/15) sekitar pukul 11.00 WIB.
Diduga aksi unjukrasa ini dilakukan organisasi Pemuda Pancasila dan sejumlah peserta tes KPU yang tidak lulus dalam 20 besar tes KPU Muratara. Bahkan mereka mengancam mengelar aksi unjukrasa lebih besar lagi.
Sebab, mereka menduga adanya indikasi kecurangan dan tidak transparan dengan hasil perekrutan timsel dan peserta tes KPU Kabupaten Muratara.
“Kami tak akan berhenti melakukan penyegelan terhadap kantor KPU Muratara. Jika tidak dilakukan tindak lanjut. Kami akan melakukan unjuk rasa besar-besaran,”tegas Taufik perwakilan Pemuda Pancasila.
Menurutnya, permasalahan atau tantangan bagi mereka. Jika perbuatan itu salah mereka harus mempertanggungjawabkannya. Karena pihaknya telah mengumpulkan semua barang bukti (BB) adanya indikasi kecurangan yang telah dilakukan. Jika timsel melakukan kesalahan dan terbukti indikasi kecurangan ditemukan maka KPU Provinsi harus membubarkan timsel yang telah dibentuknya. Kedepan timsel harus orang-orang bersih.
“Jika aspirasi kami tidak ditanggapi maka pihaknya tidak main-main lagi. Karena ini bukan hanya ancaman tetapi aksi demo besar-besaran. Diduga ini proses cacat hukum. Maka KPU Provinsi harus mengambil alih kembali Pilkada di Muratara,” jelasnya.
Sementara, Sekretaris KPU Kabupaten Muratara Mulyadi mengaku bahwa pihaknya telah meminta petugas keamanan (PK) dan segera melepaskan karton yang bertuliskan disegel itu. Karena mereka (Kantor Sekretariat KPU Muratara), tidak ada keterkaitan dengan penyelenggaraan penyeleksian peserta tes KPU Muratara.
“Itu urusan dari timsel mengenai keterkaitan perekrutan KPUD Muratara. Jika tak menerima hasilnya silahkan temukan timsel,”kata Mulyadi.
Dia menjelaskan, KPU Muratara tidak ada intervensi terhadap timsel anggota KPU Muratara. Jika para peserta tidak lulus itu bukan kesalahan KPU. Sehingga, salah menyegel Kantor Sekretariat KPU Muratara.
Editor : Juan








