Dua Sekolah Menengah Kejuruan Di OKU Siap Adakan UN BK

12.567 dibaca

BATURAJA, Buanaindonesia.com– Di Ujian Nasional tahun ajaran 2015/2016 dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Ogan Komrenging Ulu (OKU) berkemungkinan akan menerapkan ujian nasional (UN) berbasis komputer (BK) atau computer based test (CBT). Hal ini di katakan oleh kepala Dinas Pendidikan OKU Drs Mahyudin Helmi MM melalui Kabid Pendidikan Pengajaran (Dikjar) Hj Erwani Santi S.Pd MM. Kamis (03/03/16). 

Dua sekolah menengah kejuruan tersebut yakni SMK Negeri 1 OKU dan SMK Negeri 3 OKU. “untuk sementara ini baru dua sekolah yakni SMK N 1 dan SMK N 3 OKU yang siap melaksankan UN BK, tapi kita belum tahu bagaimana nantinya , karna masalah Ujian Nasional ini baru akan di rapatkan besok (jum’at (4/3) ).” Ujar Erwani saat di temui di ruangannya.

Advertisement

Sementara itu kepala SMK N 1 OKU Drs Arief Basuki MT. Menyatakan kesiapan SMK N 1 OKU, dan kesiapan sekolah itu dimana komputer yang ada sepertiga dari jumlah siswa. “SMKN 1 OKU menyambut baik dan siap, untuk fasilitas kita lengkap dan memadai. Untuk komputer sendiri kita sudah ada sekitar 70,” Ungkapya.

Bahkan terlebih lagi untuk menyatakan kesiapannya tersebut SMK Negeri 1 OKU beberapa waktu yang lalu telah melaksanakan simulasi UN BK. Simulasi ini sesuai mapel n jadwal yang di UN kan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan teori kompetensi. Dan sebanyak 195 siswa kelas XII SMKN 1 OKU yang terdaftar UN, jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, Akutansi, Pemasaran dan Adminitrasi Perkantoran.

“Tujuan dengan simulasi ini untuk melatih mental, mengajari cara pelaksanan UN BK, sehingga anak – anak kita bisa menjawab atau mengoperasikan komputer agar  tidak gaptek. Selain itu kita juga persiapan mulai dari penambahan jam belajar di luar sekolah atau les, dan juga mengarahkan guru komputer untuk mengajarkan anak – anak. Dan juga akan mengadakan Try out bagi siswa dengan konsep seperti UN BK ini,” jelasnya.

Sejauh ini tidak ada kendala, tetapi yang ditakuti dan yang selalu menjadi kendala jika UN online yaitu jaringan internet ataupun mati lampu. Maka dari itu meminta agar jaringan internet bisa diatasi.

“Ya kadang normal kadang gimana jaringannya, tapi kita akan cari solusinya seperti meminta kepada pihak telkom supaya pada saat UN secara online, jaringan di khususkan dulu untuk sekolah – sekolah yang memakai UN online,” ujar Arief.

Dengan ujian nasional secara Online ini dari SMKN 1 OKU mengaku sangat senang sekali, karena bisa membuang jauh – jauh hal negative yang selama ini.

“Jelas, kita sangat setuju jika UN ini diadakan secara online. Dengan memakai ujian online ini, bisa menyikapi pandangan – pandangan negative dari masyarakat, seperti ada bantuanlah, tim sukseslah,” tegasnya.

Bagaimana Menurut Anda?