Tolak pembangunan gereja, ratusan warga Batukuning “Geruduk” Kantor Lurah

17.443 dibaca

BATURAJA, OKU, Buanaindoonesia.com – Rencana pembangunan gereja di lingkungan RT 13 kelurahan Batu kuning Kecamatan Baturaja Barat, menuai aksi protes dari warga Kelurahan Batukuning.

Ratusan warga mendatangi Kantor Kelurahan Batu kuning untuk menggelar aksi Damai, aksi tersebut dilkaukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pembangunan gereja tersebut ,jum’at (11/3/2016).

Advertisement

Dalam aksi ini, tidak hanya masyarakat yang ikut menyuarakan penolakan namun juga para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta para remaja yang tergabung dalam AMBAT (Aliansi Masyarakat Batu Kuning).

Bahkan penolakan secarah tegas ini juga terlihat dari spanduk yang dibentangkan oleh warga di tiang bendera dan tiang bangunan kantor kelurahan yang berisi warga menolak dengan keras adanya pembangunan gereja tersebut. “kami menolak keras adanya pembangunan gereja di Batu Kuning, Masih banyak daerah lain , karna disini mayoritas Muslim”. Teriak warga.

aksi tersebut berjalan damai karena berada dibawah pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polres OKU dan Polsek Baturaja Barat. Para warga di terima langsung oleh Lurah Batukuning Anam Alfurqon SH.  Kemudian berdasarkan kesepakatan di tunjukanlah beberapa warga perwakilan untuk menyampaikan apsirasi serta rapat mediasi mengenai pembanguan gereja. Turut hadir dalam mediasi dan penyampaian aspirasi teraebut camat Baturaja Barat Heriyamin, KUA Baturaja Barata Akhirudin, perwakilan FKUB, Kabag Ops Polres OKU Kompol MP. Nasution, Kapolsek Baturaja Barat AKP Yuliko Saputra, Danramil Duarsah dankepala Kesbangpol Taufik.

Dalam rapat tersebut,dinyatakan oleh pihak pemerintah bahwa pembangunan gereja tersebut telah memenuhi syarat rekomendasi yakni adanya pernyataan tanda tangan warga di sekitar pembangunan, serta sebelumnya menurut lurah pernah di adakan rapat dengan tokoh masyarakat Batukuning mengenai pembnagunan gereja tersebut . Dan gereja itu di bangun untuk kabupaten OKU.

Meski demikian warga tetap menolak tersebut, warga pun mempertanyakan perihal transparasi adminastrasi, serta pernah diadakan rapat. ” kalo memang pernah di adakan rapat pak , saya ini salah satunya dianggap tokoh masyarakat oleh warga disini, tentunya dari sekian orang yang di undang pasti ada undangan untuk saya, tapi pada kenyataannya saya tidak sama sekali diundang atau pun ikut rapat, kapan rapat itu dan mengapa tidak jelas ??” tanya H. Ruslani selaku tokoh masyarakat Batukuning.

Sementara Redi anggota karang taruna Batu kuning juga mempertanyakan kebenaran salah satu surat adminiatrasi yang di rasa janggal sebab antara nomor surat dan isi nomer surat yanh di jelaskan berbeda padahal surat tersebut telah di tanda tangani oleh pihak yanh bersangkuta.hal yang sama juga di sampaikan Oleh Onzi seorang tokoh pemuda yang mempertanyakan mengapa pembangunan harus di batukuning yang mayoritas muslim.

” OKU ini luas pak mengapa harus di Batu kuning dan tidak tempat lain, kami dengan tegas menolah entah itu untuk kecamatan atau untuk kabupaten. kami juga mempertanyakan bagaimana pisikologis warga saat menandatangani persetujuan tersebut, karna setelah diberi tahu 17 orang dari 67 yang menandatangani mencabut tanda tangan tersebut. Serta setelah di telusuri ke perizinan IMB bangunan gereja tersebut tidak sesuai dengan di lapangan , kalo tidak percaya kita kelokasi pak” ajak Onzi.

Akhir rapat tersebut camat Baturaja Barat mengatakan intinya masyarakat Batukuning menolak pembangunan Gereja tersebut. ” intinya masyarakat Batukuning menolak pembangunan Gereja ini, kita akan membicarakan dan melaporkan hal ini kebupati OKU”. Pungkasnya.

Editor : juan

Bagaimana Menurut Anda?