Masyarakat Ramai-ramai Memancing Ikan

12.267 dibaca

BANYUASIN, Buanaindonesia.com – Selama musim penghujan tahun ini menjadi keberkahan setiap orang, salah satunya dengan banyaknya ikan yang hidup di lahan lebak di kawasan Kecamatan Rambutan. Di sepanjang jalan provinsi mulai dari Desa Sungai Pinang hingga ke Sungai Dua terlihat sejumlah warga yang asyik memancing ikan.

Ya, pemandangan ini biasa bisa dilihat saat musim penghujan atau saat pasang naik, sebab lahn yang sebelumnya kering ini terisi penuh dengan air sehingga menjadi habitat ikan hidup didalamnya. Salah satu ikan yang hidup adalah jenis betok, gabus.

Advertisement

Siti, salah satu pemancing mengatakan jika memancing ini hanya sekedar mengisi waktu luang. Dalam sehari, dirinya bisa membawa setengah kilogram ikan betok dan gabus. Dengan berbekal pancing dan umpan seadanya dirinya bisa memberikan lauk kepada keluarganya, tanpa harus membeli di pasar.

“Biasanya kalau pekerjaan di rumah sudah selesai, baru pergi memancing. Sekitar jam 2 siang mulai menajur kail, menjelang sore baru pulang ke rumah. Ya lumayan, bisa hampir seperempat kilo bahkan sampai setengah kilo. Ikannya memang kecil-kecil, tapi rasanya sangat manis. Ada betok, seluang dan gabus,” katanya.

Untuk mendapatkan ikan, dirinya harus perpindah-pindah tempat memancing, tidak hanya bersiri pada satu posisi saja. Apalagi jika ada pemancing lainnya, tentu akan berpengaruh pada pendapatan ikan yang bisa dibawa pulang.

“Yang mancing di sepanjang sawah ini ka bukan saya sendiri, banyak. Jadi kalau tidak dapat-dapat ikan, harus cari posisi lain. Karena memancing di lahan begini gampang-gampang susah juga. Ya, namanya juga iseng, seberapa pun dapat ya dibawa. Karena hanya buat dimakan sendiri bukan untul dijual,” katanya.

Senada dikatakan Yeni, pemancing lainnya. Diirinya juga hanya sekedar iseng memancing di lokasi ini mengingat banyaknya yang memancing. “Lagi nyuci mobil, sembari nunggu cucian mobil selesai, ya mancing. Lumayan sih dapat ikan betok dan gabung. Buat makan sendiri, sebab ikan mancing disini rasanua beda dengan yang dijual dipasar, lebih manis,” ucapnya.

Editor: Karnadi

Bagaimana Menurut Anda?