FKPD Minimalisir Potensi Konflik, Karhutla dan Gangguan Kamtibmas

12.514 dibaca

MUARAENIM, BuanaIndonesia.com – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Muara Enim, Kamis 4 Agustus 2016 menggelar acara pengarahan kepada Bhabinkamtibmas, Kring Serse, Matwil Polres Muara Enim dan Babinsa Kodim 0404 Muara Enim, guna meminimalisir gangguan Kamtibmas.

Kegiatan ini sendiri digagas Kapolres Muara Enim, AKBP Hendra Gunawan, bersama Wakil Bupati Nurul Aman, dan Dandim 0404 Muara Enim Letkol Jamaludin, dilaksanakan di Aula Bappeda Muara Enim.

Advertisement

‪Dalam pengarahannya Kapolres Hendra Gunawan, menekankan kepada seluruh Bhabinkamtibmas, untuk lebih giat lagi dalam melaksanakan tugasnya, serta melakukan deteksi dini terkait adanya pergerakan kelompok radikal yang mungkin ada di tengah-tengah masyarakat.‬

‪”Para Bhabinkamtibmas diminta melakukan koordinasi antar 3 Pilar Keamanan bersama tokoh agama, tokoh masyarakat yang ada untuk bisa mengajak masyarakat lebih peduli dan mau ikut berpartisipasi mewujudkan Kamtibmas yang aman dan kondusif melalui berbagai kegiatan seperti siskamling dan tamu wajib lapor 1×24 jam,” pesan Kapolres.‬

Dikatakannya, ‪bahwa saat ini peran Bhabinkamtibmas sangat penting dan strategis sebagai ujung tombak Polri dalam mewujudkan Kamtibmas dan deteksi dini konflik yang terjadi ditengah-tengah masyarakat.‬

‪”Diharapkan melalui arahan ini dapat meningkatkan kinerja para Bhabinkamtibmas, sehingga masyarakat mampu memerangi kejahatan serta tidak gampang terpengaruh oleh paham-paham radikal,” ucapnya.

Sementara itu, Wabup Muara Enim H Nurul Aman mengatakan bahwa kekayaan alam, jumlah penduduk, keragaman agama, suku, adat budaya dan golongan serta pengaruh globalisasi dapat menimbulkan permasalahan sosial yang kompleks, hal ini bisa mengakibatkan rawan konflik atau rentan terhadap bencana ulah manusia, sehingga wajib diantisipasi.

“Salah satu kewajiban setiap daerah otonom adalah melindungi masyarakat, menjaga persatuan dan kesatuan dan kerukunan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Menurut Wabup, dalam rangka terciptanya situasi yang kondusif, aman dan nyaman di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Diperlukan kehadiran aparatur, kepedulian, kepekaan dan peran aktif termasuk stakeholder dalam mewaspadai terjadinya konflik.

“Situasi konflik terjadi di setiap sudut dan termasuk pelosok negara Indonesia. Baik yang bersumber dari bencana maupun yang ditimbulkan ulah manusia yang berakibat terjadinya konflik sosial di masyarakat,” jelasnya.

Bagaimana Menurut Anda?