Alex Noerdin : Sumsel Kehilangan Sosok Ulama Yang Menyatukan Umat Beragama

13.874 dibaca

BUANAINSUMSEL.COM, PALEMBANG – Kabar duka menyelimuti Sumsel khususnya kota Palembang. Putra terbaik. KH Thohlon Abd Ra’uf pukul 02.00 WIB menghembuskan nafas terakhirnya di RS Muhammadiyah Palembang.

Ratusan pelayat silih berganti berdatangan ke rumah duka di Jl.Seduduk Putih Lrg Serasan Sekundang No.7 RT 24 RW 06 Kel.8 Ilir Kec.Ilir Timur II. Alex Noerdin Gubernur Sumatera Selatan, Wakil Walikota Palembang, Akademisi, Tokoh agama kristen, Hindu, dan handai taultan memenuhi rumah duka.

Advertisement

Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin menyampaikan kesannya terhadap sosok Almarhum KH Thohlon Abd Ra’uf, menurut Alex, Sumsel kehilangan sosok dalam menjaga kerukunan kehidupan antar umat beragama, yang selama ini terjaga di Sumatera Selatan.

“Almarhum orangnya akomodatif, menerima perbedaan dan keberagaman. Beliau orangnya kritis, mengkritik pemerintahan. KH. Thohlon Abd Ra’uf itu tegas, tajam tetapi tidak melukai,”ungkap Orang Nomor Satu di Sumsel saat melepas Almarhum, Kamis (2/2/2017)

Politisi Golkar ini melanjutka, Atas nama Pemerintah dan masyarakat Sumsel, mengucapkan turut bela sungkawa yang sebesar besarnya semoga amal ibadah di terima, diampuni segala dosa dosanya dan ditempatkan Allah SWT ditempat yang layak.

Sementara itu, Uskup dari Keuskupan Agung Palembang, Pemimpin umat Katolik, Romo Aloysius Sudarso yang turut hadir dirumah duka, mengatakan, KH Thohlon Abd  Ra’uf itu sosok pemersatu umat, beliau sangat menerima perbedaan itu sebagai keanekaragaman yang hakiki.

“Kita semua kehilangan pigur beliau, beliau itu tidak membedakan agama. Silakan peluk agama dan kepercayaan sesuai dengan keyakinan masing masing,”kenangnya.

Dilanjutkannya, Beliau itu tokoh agama islam sejati, banyak pembelajaran dan pengetahuan yang di berikannya, walaupun kita berbeda agama dan keyakinan.

“Semoga di Sumsel, dapat menemukan sosok seperti Almarhum yang dapat menjaga kerukunan beragama terutama di Sumatera Selatan,”harapnya.

Editor : Cepi

Bagaimana Menurut Anda?