Treatikal Tubuh Klimpo Art, Isi Peringatan Sumpah Pemuda Di Muratara

20.673 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, MURATARA – Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) bertepatan dengan apel bulanan di Halaman Pemkab Muratara disemarakkan dengan treatikal tubuh. Dilakukan pemuda Rupit Lawang Agung dengan nama Klasik Klimpo Art. Senin (30/10).

Bupati Muratara, H M Syarif Hidayat membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, M Nakrowi tentang pesan -pesan semangat kepemudaan dan kebangsaaan mengatakan dirinya mengapresiasi kegiatan Sumpah Pemuda diisi dengan kegiatan treatrikal yang dilakukan para pemuda Kabupaten Muratara. Karena menunjukkan pemuda Muratara penuh inovasi dan kreasi.

Advertisement

“Tentunya Pemkab Muratara sangat mendukung kegiatan tersebut. Dan meminta instansi terkait untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan kepemudaan yang ada. Sehingga, menjadi agenda tahunan untuk kepariwisataan di Kabupaten Muratara,” tegas Bupati Muratara, H M Syarif Hidayat usai menjadi inspektur upacara di halaman Pemkab Muratara.

Menurutnya, potensi sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Kabupaten Muratara perlu dibina untuk lebih baik lagi. Teman-teman tersebut tidak hanya tampil di Kabupaten Muratara. Tetapi, keluar daerah bahkan bisa mengikuti kompetisi tidak hanya di tingkat provinsi melainkan tingkat nasional.

“Saya harap inovasi, kreativitas dan bakat yang di miliki pemuda-pemudi di Kabupaten Muratara dapat lebih di eksplore. Sehingga, berperan aktif dalam pembangunan di Kabupaten Muratara dan menorehkan prestasi,” jelas dia.

Sementara itu, Ketua Klasik Klimpo Art,  Ridho Amilin mengungkapkan aksi treatrikal digelar sebagai refleksi Sumpah Pemuda yang dilaksanakan para pemuda terdahulu mampu menyatukan pemuda di Indonesia.

“Aksi treatikal yang kita tunjukkan mengambil tema Mulutku bersumpah, tubuhku menjelma dengan tratrikal pertunjukkan tubuh,” kata Ridho Amilin usai mengelar pertunjukan.

Dia menjelaskan dengan refleksi ke belakang tadi. Perjuangan para pemuda kekinian tetap sama dengan para pendahulu. Jangan sampai, adanya oknum yang haus kekuasaan, oknum yang mementingkan kepentingan pribadi,  merusak tatanan pemerintahan yang telah dibangun dan ditata para pejuang di Indonesia.

“Kedepannya dirinya mengajak seluruh pemuda dan elemen masyarakat untuk kembali bersatu. Lepaskan ego yang ada. Mari kita bersatu bangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Khususnya Kabupaten Muratara,” pungkasnya. (Rel/Humas Muratara)

Bagaimana Menurut Anda?