Warga Tungkal Jaya & Sungai Lilin Keluhkan Pelayanan PDAM

20.844 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUSI BANYUASIN – Warga desa Peninggalan kecamatan Tungkal Jaya mengeluhkan pelayanan PDAM, pasalnya aliran Air bersiih tidak menentu.Terkadang hidup dan terkadang mati. Terkadang juga, saat hidup yang keluar hanya angin. Sehingga pelanggan terpaksa harus mengalokasikan dana untuk membeli pompa air. Belum lagi biaya listrik yang secara otomatis akan meninggi.

Meski aliran tidak normal namun anehnya tagihan PDAM malah justru membengkak. Anehnya lagi pihak PDAM akan segera memutuskan langganan bila menunggak.

Advertisement

Situasi tidak normalnya aliran air ini sempat dialami oleh salah satu rumah makan. yaitu, Rumah Makan Ampera Sederhana dan WAK CEK beberapa Minggu lalu.

“Disini air PDAM hanya mengalir di waktu-waktu tertentu saja. Bahkan, dalam satu minggu selalu ada satu hari di mana air tidak mengalir sama sekali,” ungkap Ali Imran pemilik Rumah makan tersebut Kamis (22/02/2018 ).

Menurut Ali air yang mengalir di rumah makan Wak Cek tengah malam. Sedangkan per bulan harus membayar tagihan berkisar Rp 1.000.000,- hingga Rp 2.000.000,- per bulannya.

Tidak hanya dialami pelanggan di Babat Supat, hal serupa juga dirasakan oleh pelanggan di desa Sungai lilin. Serta Peninggalan juga mengeluhkan persoalan ini.

Sebagai tindak lanjut atas keluhan masalah ini warga mengancam akan mengadukan ke YLKI Musi Banyuasin dan akan melayangkan surat keluhan dan permintaan agar PDAM melakukan pembenahan aliran air PDAM di wilayahnya.

Neli 37 warga yang sam juga mengutarakan hal sama. “Air PDAM kadang ngalir kadang nggak ngalir. “kalau di siang hari air ngalir, cuman banyak Udara saja yang krluar”. Tukasnya.

Sementara warga lainnya menyebut krisis air bisa terjadi karna PDAM saat ini dikarenakan pihak PDAM tidak bisa mengantisipasi jumlah pelanggan yang bertambab , namun pipa saluran air ke wilayahnya tidak di perbesar, akibatnya kuantitas debet air ke rumah mengalir kecil.

Bagaimana Menurut Anda?