
BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Kabupaten Banyuasin patut berbangga pasalnya. Pasar Rakyat Kota Pangkalan balai berhasil meraih piagam penghargaan, Pasar Tertib Ukur tahun 2017, dari Kementerian Perdagangan RI. sebagai tindak lanjutnya, pemerintah daerah Banyuasin membagikan timbangan kepada para pedagang.
“Pembagian Alat Ukur timbangan tersebut dibagikan Jumat, 20/ 4/ 2018 lalu, yang diberikan langsung oleh Eks Kepala Dinas PKUKM (Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah) Banyuasin memberikan Bantuan secara gratis alat timbang berstandar nasional”. Kata, Kepala Unit Pelayanan Tekhnis Dinas PKUKM Pasar Rakyat Pangkalan balai, Nazirwan. SH. Saat dibincangi, Kamis, 09/08/18.
Lanjut dia, Pembagian Alat timbang berstandar Nasional itu merupakan tindak lanjut dari piagam penghargaan Pasar Tertib Ukur tahun 2017 yang diberikan oleh Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, “Kita merasa banggalah sebagai satu-satunya Pasar Di Banyuasin, Pasar Pangkalan balai yang mendapatkan Pasar tertib ukur dari Kementerian Perdagangan”. ujarnya.
Dirinya berharap, dengan adanya Penghargaan Piagam Pasar Tertib Ukur 2017 tersebut, Para Pedagang di Pasar Rakyat Pangkalan balai dapat berjualan dengan baik dan benar.
“Tetap gunakan timbangan yang berstandar SNI, dan jujur tidak bermain timbangan, dan untuk Staf saya bekerjalah sesuai tupoksi dan mari kita tingkatkan prestasi yang lebih lagi, serta semangat bekerja”. harapnya.
Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Usaha Kecil dan Menengah, Lukman. Melalui Sekdisnya. Munif, dijelaskan langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Banyuasin, Erwin ibrahim, ST. MM. Mba, bahwa Piagam penghargaan Pasar rakyat Pangkalan balai 20 Nopember 2017 lalu, merupakan piagam penghargaan utk pasar rakyat yang dinilai berhasil dalam menjalankan pasar tertib ukur timbangan.
“Pasar tertib ukur tersebut salah satu poin untuk dapat penghargaan tersebut, pedagang diwajibkan mnggunakan timbangan standar. Selain bantuan dari kementerian, Dinas PKUKM juga megusahakan adanya bantuan dari APBD agar timbangan pedagang di pasar mnggunakan timbngan standard SNI , namun dgn jumlah terbatas”. tukasnya.







