BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN – Semangat membangun kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani mengemuka dalam Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Banyuasin Periode 2026–2031 yang digelar di Auditorium Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Selasa (09/6/2026).
Pelantikan dilakukan oleh Ketua DPD HKTI Sumatera Selatan, Budiarto Marsul, yang mengukuhkan kepengurusan baru DPC HKTI Banyuasin di bawah kepemimpinan Hutpal Permata Putra, S.T. sebagai Ketua, didampingi Karyono sebagai Sekretaris dan Rustam sebagai Bendahara. Pelantikan ini merupakan bagian dari penguatan organisasi HKTI dalam mendukung program ketahanan pangan dan swasembada nasional.
Dalam sambutannya, Ketua DPC HKTI Banyuasin, Hutpal Permata Putra, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan momentum memperkuat komitmen memperjuangkan kepentingan petani dan masyarakat pedesaan.
Menurutnya, HKTI harus hadir sebagai wadah perjuangan bagi petani, pelaku usaha pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“HKTI siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam merumuskan dan menjalankan program pembangunan yang berpihak kepada petani dan masyarakat desa,” ujarnya.
Hutpal juga mengajak perusahaan-perusahaan perkebunan yang beroperasi di Banyuasin untuk meningkatkan kontribusi sosial kepada masyarakat melalui pembangunan desa, peningkatan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta pemberdayaan petani lokal.
Ia menegaskan bahwa Banyuasin memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa dan harus dimanfaatkan untuk menciptakan petani yang maju, mandiri, berdaya saing, serta mampu menguasai teknologi pertanian modern.
“Petani harus menjadi pelaku utama pembangunan. Jika petani kuat, pangan berdaulat. Jika petani sejahtera, Indonesia akan semakin maju,” tegas Hutpal.
Mewakili Bupati Banyuasin, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Erwin Ibrahim, menyampaikan bahwa sektor pertanian saat ini menjadi prioritas utama pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa.
Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kedaulatan nasional sebagaimana menjadi fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Bagaimana kita bisa mandiri kalau kebutuhan pangan masih bergantung kepada pihak lain. Karena itu pertanian menjadi sektor strategis yang harus terus diperkuat,” kata Erwin.
Menurutnya, Kabupaten Banyuasin memiliki modal besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan luas lahan pertanian produktif yang sangat besar, Banyuasin telah menjadi salah satu sentra produksi beras terbesar di Indonesia.
Erwin mengungkapkan bahwa produktivitas pertanian Banyuasin masih memiliki ruang untuk terus ditingkatkan melalui optimalisasi lahan, peningkatan indeks pertanaman, perbaikan irigasi, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern.
“Kalau produktivitas lahan terus meningkat, Banyuasin tidak hanya menjadi lumbung pangan Sumatera Selatan, tetapi juga salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Dalam paparannya, Erwin Ibrahim juga menyoroti peran strategis sektor pertanian dan perkebunan dalam mendukung program kemandirian energi nasional.
Menurutnya, komoditas seperti kelapa sawit dan jagung kini menjadi bagian penting dalam pengembangan bahan bakar nabati yang sedang didorong pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.
“Pertanian bukan hanya menghasilkan pangan. Ke depan, pertanian juga menjadi sumber energi terbarukan yang mampu memperkuat kemandirian bangsa,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sektor perikanan dan peternakan juga memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung dengan industri pakan lokal yang kuat sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.
Dihadiri Tokoh Daerah dan Organisasi Kemasyarakatan
Acara pelantikan turut dihadiri mantan Wakil Bupati Banyuasin periode 2018–2023, Selamet Sumosentono, anggota DPRD Kota Pagar Alam sekaligus Ketua DPC HKTI Kota Pagar Alam, Dedi Stanza, jajaran kepala OPD Kabupaten Banyuasin, organisasi kemasyarakatan, serta insan pers.
Hadir pula Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Banyuasin, Wardoyo, bersama sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus PAC HKTI dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banyuasin.
Mengusung tema “Petani Berdaulat, Indonesia Sehat, Petani Makmur, Bangkit dan Sejahtera”, pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran HKTI dalam mendorong kemajuan sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung program swasembada pangan nasional yang terus digaungkan pemerintah.










