Hadir Di Banyuasin, Ponpes An-Nur Gratis Untuk Anak Yatim Piatu

26.316 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN -Program Banyuasin  Religius nampaknya makin terlihat keseriusannya, terbukti dengan berdirinya Pondok Pesantren An Nur Mubin Banyuasin. Yang mempunyai Program Unggulan Tahfidz Al-Quran dan Kitab Kuning ( Kutub Turots). Ponpes ini berdomisili di Desa Suka pindah Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Sumsel.

“Pondok Pesantren An-Nur adalah lembaga pendidikan islam yang bernaung dibawah yayasan Nur Banyuasin didirikan oleh Iwan Rismansyah, Lc. Al-Hafizh, dan KH. Nawawi Dencik Al-Hafizh (imam msjd Agung Sultan Mahmud Badarudin 2 Palembang sebagai pembinanya.” Ucap,
Iwan Rismansyah, Lc. Al-Hafizh. , Senin. (3/02/20).

Advertisement

Lanjut dia, Pondok Pesantren An-Nur menggunakan kurikulum terpadu yang mengkombinasikan antara tahfizh Al-Quran, dirosah islamiyyah (mengkaji kitab-kitab kuning/klasik) serta mengembangkan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris secara intensif

“Pondok Pesantren An-Nur yg terletak di Desa Suka Pindah Banyuasin berupaya untuk mencetak generasi islam yg tafaqquh fiddin, hafal Al-Quran, sebagi kader ulama, pemimpin umat, mengupayakan terciptanya pendidikan yang berlandaskan kepada aqidah yang lurus, akhlak mulia dengan prinsip keteladanan serta kemandirian.” Ujarnya.

Iwan rismansyah menghimbau, kepada masyarakat Banyuasin untuk segera mendaftarkan anak-anaknya ke Ponpes An-nur tersebut. “Ayo masyarakat Banyuasin silahkan daftarkan anak-anak kalian ke Ponpes An-nur yang beralamatkan di Desa Suka Pindah, Kecamatan Rambutan, untuk tahun ajaran 2020/2021, tanpa biaya apapun bagi anak yatim piatu. silahkan hubungi Iwan Rismansyah. 081287535716” Tandasnya.

Sementara, Darul Qutni, SE. Selaku Dewan Pengembangan Ponpes An-Nur. mengaku siap membantu dalam perkembangan pendidikan islam di Kabupaten Banyuasin.

“Insyah Allah saya siap mendukung kegiatan positif seperti ini, saya siap mengembangkan kiprah Ponpes An-Nur ini ke masyarakat, sebab saya ingin Banyuasin menyumbang hafiz dan hafizoh untuk Sumsel khususnya, Indonesia umumnya, yang lebih penting pendidikan karakter remaja kita, bila mereka mempunyai ilmu agama Insyah Allah bisa menyelamatkan kita di hari akhir nanti saat hari perhitungan, dan mereka bisa mendoakan kita dengan ilmu yang mereka punya,” Ucapnya.

Darul Qutni, mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya tokoh NU yang sangat berjasa dalam dunia pendidikan islam, pendiri Ponpes Tebuireng. “Saya sebagai Dewan Pengembangan Ponpes An-Nur sekaligus sebagai anggota DPRD Kabupaten Banyuasin mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Dr. KH, Sallahudin wahid, semoga Almarhumah ditempatkan disurganya, dan setelah Gus sholah sapaan akrabnya tiada, generasi penerus beliau muncul kembali dalam mencetak Generasi yang beraklakul karimah,” Tukasnya.

Bagaimana Menurut Anda?