Konsultasi Publik Tentang AMDAL PT LCM di Kecamatan Lais diwarnai Interupsi

15.946 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID MUBA -Konsultasi Publik terkait Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) PT Lais Coal Mine (LCM) di Aula Kantor Camat Lais pada Jumat (1/11/2024) pagi berlangsung dinamis. Sejumlah perwakilan warga dari lima desa memberikan interupsi, menyampaikan aspirasi dan kekhawatiran mereka terkait rencana pembangunan Jetty 01, jalan hauling, stockpile, serta sarana penunjang pertambangan batubara yang terintegrasi dengan operasional PT LCM.

Kepala Desa Teluk Kijing III, Yupanser Ahmad SE, menegaskan bahwa perusahaan harus menjalin komunikasi dan bekerja sama dengan pemerintah desa serta Forkopimcam.

Advertisement

“Kami di desa lebih memahami kondisi lapangan. Jangan hanya mengambil hasil bumi kami, sementara kami diabaikan dan hanya menjadi penonton,” tegas Yupanser.

Warga Teluk Kijing III lainnya, Ibrahim, turut menyampaikan kekhawatirannya mengenai dampak lingkungan seperti polusi, pencemaran, hingga gangguan kesehatan.

“Rapat hari ini belum memberi solusi dan belum ada kesepakatan jelas. Kami butuh komitmen perusahaan dalam meminimalisir dampak melalui koordinasi dan komunikasi yang baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Agung Selatan, Indra Kesuma SE, menekankan pentingnya perusahaan melakukan komunikasi dan musyawarah saat memasuki wilayah desa untuk mencegah konflik.

“Jangan sampai masalah sudah besar baru datang berkonsultasi. Kepentingan masyarakat itu yang harus diutamakan,” ujar Indra.

Perwakilan Manajemen PT LCM, Apriyanto, menjelaskan bahwa perusahaan telah melakukan eksplorasi hingga konstruksi infrastruktur tambang serta tengah mempersiapkan pembangunan Jetty 01 sebagai bagian dari pemenuhan dokumen perizinan lingkungan.

Ia menyebutkan lima desa yang masuk Ring I operasional PT LCM, yaitu: Desa Tanjung Agung Timur, Desa Tanjung Agung Barat, Desa Tanjung Agung Selatan, Desa Tanjung Agung Utara, dan Desa Teluk Kijing III

“Koordinasi dengan warga sudah dilakukan, meski mungkin belum sepenuhnya lengkap. Kami akan intens berkomunikasi dengan seluruh pihak agar dapat bersinergi,” kata Apriyanto.

Ia pun berharap dukungan dari masyarakat dan perangkat desa agar operasional perusahaan berjalan lancar serta bermanfaat bagi warga sekitar.

Plt Camat Lais, Yuandri SSTP, menilai keberadaan investor di wilayahnya harus mampu memberikan dampak positif terhadap ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

“Perusahaan harus bersinergi dengan masyarakat, dan masyarakat pun harus menjaga kondusifitas wilayah. Mari bersama menjaga keamanan dan kelancaran investasi,” imbaunya.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur pemerintah dan aparat setempat, termasuk perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Muba, Polsek Lais, Danramil, pihak konsultan AMDAL, serta lima Kepala Desa di Kecamatan Lais.

Bagaimana Menurut Anda?