BUANAINDONESIA.CO.ID EMPAT LAWANG- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Empat Lawang menjadi momentum penting bagi Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad, untuk memaparkan capaian pembangunan sekaligus mengungkap tantangan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Empat Lawang, Joncik menegaskan bahwa berbagai program pembangunan mulai menunjukkan hasil nyata di berbagai sektor, seperti ekonomi, infrastruktur, pelayanan publik, hingga sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, arah pembangunan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat berbasis desa.
Program MBG dan Dampak Ekonomi Lokal
Salah satu program unggulan yang disoroti adalah Program MBG yang telah mengoperasikan 19 SPPG. Program ini menjangkau 459.921 peserta didik, lebih dari 7.000 peserta non-didik, serta melibatkan 109 UMKM dan 1.250 relawan.
Program tersebut dinilai mampu memberikan dampak ekonomi langsung melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal dan tenaga kerja masyarakat.
Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Desa
Di sektor ekonomi kerakyatan, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang mengembangkan Koperasi Merah Putih dengan total 103 unit dalam tahap pembangunan dan 2 unit telah selesai.
“Kita ingin ekonomi tumbuh dari desa, bukan hanya terpusat di kota,” ujar Joncik.
Keamanan Meningkat, Kriminalitas Turun 60 Persen
Dalam bidang keamanan, sebanyak 346 personel Pol PP Desa telah ditempatkan di 147 desa. Kebijakan ini berhasil menurunkan angka kriminalitas hingga 60 persen serta meningkatkan rasa aman masyarakat.
Atas capaian tersebut, Empat Lawang meraih penghargaan Excellence in Rural Public Order Empowerment dari CNN Indonesia.
Pembangunan Infrastruktur Dipercepat
Pemkab Empat Lawang juga terus mendorong pembangunan infrastruktur strategis, di antaranya:
Jalan lingkar dalam kota
Sekolah Rakyat
Peningkatan fasilitas RSUD (hemodialisa & cathlab)
Rekonstruksi Jembatan Bandar Agung
Perbaikan jalan Tanjung Beringin–Talang Padang
Pembangunan jalan Simpang Talang Gondang–Martapura
“Infrastruktur ini untuk membuka konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
APBD Terbatas Jadi Tantangan
Meski banyak capaian, Joncik mengakui keterbatasan fiskal daerah masih menjadi kendala utama.
“Empat Lawang tanpa provinsi bagaikan anak ayam tanpa induk,” ujarnya.
Ia berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, termasuk percepatan realisasi dana transfer, dana bagi hasil, serta skema dana sharing.
Target Bantuan Provinsi 2026
Joncik menargetkan bantuan keuangan dari provinsi pada 2026 dapat meningkat hingga di atas Rp50 miliar guna mendukung percepatan pembangunan.
Indikator Ekonomi dan Sosial Meningkat
Sejumlah indikator makro menunjukkan perbaikan:
Kemiskinan turun dari 10,78% menjadi 10,48%
IPM naik dari 69,22 menjadi 70,56
Pengangguran turun dari 3,09% menjadi 2,48%
Selain itu, bantuan sosial dan layanan kesehatan juga meningkat signifikan.
Sektor Pertanian dan Kesehatan Digenjot
Pemkab Empat Lawang mencetak sawah seluas 201,89 hektare pada 2025 dan menargetkan 1.200 hektare pada 2026.
Program pertanian didukung:
Produksi benih padi 238,27 ton
Benih jagung 48,75 ton
24 unit alsintan
27 jalan usaha tani
Selain itu, program peremajaan kopi sebanyak 120.000 batang terus digencarkan.
Di sektor kesehatan, RSUD Empat Lawang kini memiliki layanan tambahan seperti poli jantung, fisioterapi, hingga layanan kanker.
Raih WTP ke-8 Berturut-turut
Di akhir pidatonya, Joncik menyampaikan bahwa Pemkab Empat Lawang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-8 kalinya.
“Ini bukti tata kelola pemerintahan berjalan transparan dan akuntabel,” tutupnya.










