Peralihan Listrik Muba ke PLN Dikebut, Target 15 Mei 2026 Seluruh Pelanggan Sudah Migrasi

3.060 dibaca

BUANAINDONESIACO.ID MUBA– Proses peralihan listrik Muba ke PLN terus dikebut. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) menargetkan seluruh pelanggan sudah beralih dari PT MEP ke PT PLN (Persero) paling lambat 15 Mei 2026.

Langkah percepatan ini dibahas dalam rapat monitoring penyediaan tenaga listrik yang digelar secara virtual, Rabu (22/4/2026), melibatkan Kementerian ESDM, PLN pusat, PLN UID S2JB, dan jajaran Pemkab Muba.

Advertisement

Berdasarkan data terbaru, progres migrasi listrik di Muba telah mencapai 47 persen, atau sekitar 26.776 pelanggan dari total target 56.719 pelanggan.

Target 1.000 Pelanggan per Hari
Untuk mengejar target, PLN menargetkan proses migrasi mencapai sekitar 1.000 pelanggan per hari hingga batas waktu yang ditentukan.

Pemkab Muba mencatat sebanyak 8.202 pelanggan PLN sudah melakukan pembayaran dan siap dilakukan pemasangan kWh meter. Sementara masyarakat lainnya diminta segera melengkapi persyaratan seperti:
NIDI
SLO

Biaya penyambungan listrik
Ada Cicilan Biaya Penyambungan
Untuk meringankan beban masyarakat, PLN menyediakan cicilan biaya penyambungan listrik selama 12 hingga 24 bulan.

Program ini diharapkan mampu mempercepat minat masyarakat dalam proses migrasi listrik ke PLN.
Batas Waktu 15 Mei, Risiko Listrik Diputus
Pemkab Muba menegaskan bahwa mulai 15 Mei 2026, seluruh layanan listrik di wilayah Muba akan sepenuhnya ditangani PLN.

Masyarakat yang belum melakukan migrasi hingga batas waktu tersebut berisiko tidak mendapatkan layanan listrik atau mengalami pemutusan sambungan.
Sosialisasi Hingga Desa

Pemkab Muba melalui para camat terus menggencarkan sosialisasi hingga ke tingkat desa agar masyarakat segera beralih ke PLN.

Di Kecamatan Tungkal Jaya, misalnya:
6 dari 15 desa sudah melakukan pembayaran
4 desa sudah terpasang meteran listrik
Kendala Utama Ada di Pembayaran
Kementerian ESDM menyebutkan bahwa kendala utama saat ini bukan lagi pada material, melainkan kemampuan masyarakat dalam membayar biaya penyambungan.

Namun, dengan adanya program cicilan dari PLN, diharapkan proses migrasi listrik pelanggan Muba ke PLN dapat selesai tepat waktu.

Bagaimana Menurut Anda?