Sultan Muda Ekspora 2026 Resmi Diluncurkan di Sumsel, Target 100 Ribu Wirausaha Muda dan Genjot Ekspor UMKM

340 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID PALEMBANG – Program unggulan Sultan Muda Ekspora 2026 resmi diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Selasa (21/04/2026). Program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel melalui penguatan UMKM, ekspor komoditas unggulan, dan inklusi keuangan digital.

Peluncuran yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini ini digelar di Ballroom Sriwijaya Kantor OJK Sumsel dan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK RI Hendrawan Budisastongko, serta Anggota Komisi XI DPR RI H. Bertu Merlas.

Advertisement

Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa program Sultan Muda menjadi solusi untuk menciptakan wirausaha muda (entrepreneur) baru di Sumatera Selatan. Pemerintah menargetkan sebanyak 100.000 entrepreneur muda dapat tercipta melalui program ini.

“Saat ini sudah ada 9.008 Sultan Muda yang terdaftar dan memiliki ID Card terintegrasi dengan layanan keuangan digital. Ini membuka akses perbankan, pembiayaan, dan peluang usaha lebih luas,” ujarnya.

Menurutnya, jika setiap peserta mampu memberdayakan minimal lima orang, maka potensi penyerapan tenaga kerja bisa mencapai puluhan ribu orang di Sumsel.

Dorong Ekspor UMKM, Produk Lokal Tembus Pasar Global

Momentum peluncuran ini juga ditandai dengan ekspor perdana produk turunan kelapa dan komoditas unggulan Sumsel ke pasar internasional seperti China, Taiwan, dan Prancis.

Adapun produk yang diekspor meliputi:

3 ton desiccated coconut

5.000 unit coconut sugar

Lada hitam

Kerupuk khas daerah

Total nilai ekspor tersebut mencapai sekitar Rp1,6 miliar.

Secara keseluruhan, kinerja ekspor Sumatera Selatan menunjukkan tren positif dengan nilai mencapai sekitar Rp100 triliun, jauh melampaui nilai impor yang berada di angka Rp17 triliun.

Tantangan Logistik Masih Jadi Sorotan

Anggota Komisi XI DPR RI, Bertu Merlas, menyoroti tantangan logistik yang masih menjadi kendala utama ekspor daerah, khususnya terkait ketimpangan kontainer dengan rasio 1:6.

Hal ini menyebabkan biaya pengiriman dari Sumsel lebih mahal dibandingkan daerah lain seperti Jakarta. Ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat sebagai solusi efisiensi distribusi ekspor di masa depan.

Dukungan Perbankan dan Inklusi Keuangan

Sebagai bentuk dukungan nyata, sektor keuangan turut menyalurkan pembiayaan melalui bank-bank Himbara dan Bank Sumsel Babel dengan total nilai mencapai Rp869 miliar.

Selain itu, tersedia juga fasilitas Letter of Credit (L/C) sebesar 209.000 dolar AS untuk mendukung kegiatan ekspor UMKM.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hendrawan Budisastongko, mengapresiasi sinergi yang telah terbangun di Sumatera Selatan.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, dan sektor keuangan di Sumsel sudah berjalan nyata. Ini berpotensi menjadi model pengembangan ekonomi daerah berbasis ekspor di tingkat nasional,” ujarnya.

Peran Aktif Daerah, Muba Siap Masuk Pasar Ekspor

Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ini. Wakil Bupati Abdur Rohman Husen hadir bersama sejumlah kepala dinas terkait untuk menyelaraskan program daerah dengan visi Sultan Muda.

Melalui sinergi ini, produk unggulan Muba ditargetkan dapat menembus pasar ekspor melalui program business matching dan UMKM Center yang difasilitasi oleh OJK dan Pemprov Sumsel.

Bagaimana Menurut Anda?