BUANAINDONESIA.CO.ID YOGYAKARTA – Kabar ambruknya atap Asrama Ranggonang Yogyakarta, yang merupakan asrama mahasiswa asal Musi Banyuasin (Muba), langsung mendapat respons cepat dari H.M. Toha Tohet.
Orang nomor satu di Musi Banyuasin itu segera menurunkan Tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba untuk melakukan inventarisasi kerusakan sekaligus memastikan kondisi mahasiswa yang terdampak.
Peristiwa atap ambruk tersebut terjadi pada Senin (16/2/2026). Dua hari berselang, Rabu (18/2/2026), tim yang dipimpin langsung Asisten II Setda Muba Alva Elan SST MPSDA bersama Plt Inspektur Dian Marvita SH, Kabag Umum Setda Muba, serta perwakilan Bappeda dan Dinas Perkim telah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan menyeluruh.
Asisten II Setda Muba Alva Elan menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan arahan langsung Bupati.
“Sesuai arahan Bapak Bupati HM Toha Tohet, kami melakukan inventarisasi kerusakan Asrama Ranggonang agar mahasiswa Muba bisa kembali memanfaatkan asrama ini dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Selain memeriksa kondisi bangunan, tim juga menyambangi mahasiswa yang terdampak reruntuhan.
“Alhamdulillah mahasiswa yang mengalami luka ringan sudah mendapatkan perawatan dengan baik,” tambahnya.
Plt Kepala Dinas Kominfo Muba, Daud Amri SH, menegaskan bahwa perbaikan Asrama Ranggonang di Yogyakarta menjadi perhatian serius Bupati Muba.
“Setelah proses inventarisasi selesai, perbaikan akan segera dilakukan sesuai arahan langsung Bupati,” jelasnya.
Ia memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Beberapa mahasiswa memang mengalami luka ringan, namun seluruhnya telah ditangani dan difasilitasi Pemkab Muba.
Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Pemkab Muba dalam melindungi dan memfasilitasi mahasiswa daerah yang menempuh pendidikan di luar Sumatera Selatan, khususnya di Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar.
Dengan perbaikan yang segera dilakukan, diharapkan mahasiswa Muba dapat kembali bermukim di Asrama Ranggonang dengan kondisi bangunan yang lebih aman dan layak huni.










