Kumpul Bareng Menteri hingga Jenderal di Batam, Langkah Apa yang Disiapkan Bupati Askolani untuk Banyuasin?

493 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN- ​Rabu siang yang cukup hangat di Ruang Balairungsari Lantai 3 BP-Batam, suasana terasa begitu cair namun sarat makna tatkala para pemimpin daerah dari berbagai penjuru Sumatera duduk bersama dalam satu meja. Di antara deretan wajah para kepala daerah itu, tampak Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., mengikuti jalannya Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-wilayah Sumatera yang digelar pada 12 Agustus 2026.

​Bukan sekadar pertemuan rutin biasa, rakor kali ini menghadirkan tokoh-tokoh penting nasional sebagai narasumber utama, mulai dari Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, hingga Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari. Mereka mengupas tuntas isu-isu strategis nasional, khususnya bagaimana memperkuat peran pemerintah pusat dan daerah dalam merajut kerukunan, menjaga keamanan, serta merawat ketertiban umum di tengah dinamika masyarakat yang kian kompleks.

Advertisement

​Bagi Bupati Askolani, momentum ini dibacanya sebagai sebuah panggilan penting untuk menyatukan frekuensi langkah antara pusat dan daerah. Di sela-sela acara, ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor bukanlah sekadar jargon di atas kertas, melainkan fondasi utama agar denyut kehidupan masyarakat di Banyuasin bisa terus berjalan aman, kondusif, dan harmonis tanpa hambatan berarti.

​Menurutnya, meski pemerintah daerah punya tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan publik dan membina warga, roda pemerintahan tidak akan berputar mulus tanpa adanya sinergi yang kokoh dengan jajaran Forkopimda dan pemerintah pusat.

​“Bagi Banyuasin, kolaborasi yang kuat antara pusat dan daerah sangat penting agar setiap kebijakan dan langkah pembangunan dapat berjalan searah, cepat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah, bersama TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai potensi permasalahan dapat kita antisipasi sejak dini,” tutur Askolani dengan nada penuh keyakinan.

​Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa rukunnya warga di akar rumput adalah modal paling mahal yang dimiliki daerah. Tanpa rasa aman dan ketertiban, mustahil roda ekonomi bisa berputar kencang dan iklim investasi bisa tumbuh subur di Banyuasin.

​Karena itulah, hasil dari rakor se-Sumatera ini diharapkan mampu menjadi kompas bersama dalam mempertajam deteksi dini serta memperkuat langkah preventif di masing-masing wilayah. Baginya, kehadiran negara harus benar-benar nyata dirasakan oleh masyarakat lewat rasa aman dan kenyamanan dalam keseharian mereka.

​“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman dan nyaman. Karena itu, mari kita terus membangun kebersamaan, memperkuat komunikasi, dan mengedepankan langkah persuasif dalam menyelesaikan setiap persoalan. Dengan harapan daerah semakin solid dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, sehingga tercipta Sumatera yang aman, damai, rukun, dan kondusif serta mampu mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya menutup perbincangan.

Bagaimana Menurut Anda?