Satgas Mabes TNI Tuntaskan Sosialisasi Karhutla di Banyuasin, Bupati Askolani Tekankan Sinergi Pencegahan dan Pembangunan Embung

187 dibaca
BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN — Tim Satgas Penyuluhan dan Sosialisasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI resmi merampungkan rangkaian kegiatan penyuluhan di berbagai kecamatan di Kabupaten Banyuasin. Laporan hasil kegiatan tersebut disampaikan secara langsung dalam audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Banyuasin di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Jumat (18/9/26).

​Audiensi strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., didampingi oleh jajaran kepala perangkat daerah. Hadir pula Ketua Tim Satgas Penanggulangan Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Frans Surya Ginting, beserta rombongan untuk memaparkan hasil temuan di lapangan serta menyerap aspirasi masyarakat.

​Dalam sambutannya, Bupati Askolani mengungkapkan bahwa ancaman Karhutla di wilayahnya sangat erat kaitannya dengan musim kemarau panjang yang membuat lahan gambut dan semak menjadi kering serta rentan terbakar. Karena itu, langkah preventif menjadi kunci utama yang harus digalakkan lewat kolaborasi erat antarsektor dan edukasi warga agar menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar.

Advertisement

​Selain edukasi, Pemkab Banyuasin terus menggenjot pemenuhan infrastruktur pendukung di titik-titik rawan, salah satunya melalui pembangunan embung sebagai cadangan sumber air bersih untuk memudahkan proses pemadaman cepat.

​”Karhutla umumnya terjadi saat kemarau panjang, ketika kondisi lahan menjadi kering dan mudah terbakar. Karena itu, pencegahan harus terus kita perkuat melalui sinergi seluruh pihak. Kita juga terus mendorong pemenuhan sarana dan prasarana pendukung, salah satunya pembangunan embung sebagai sumber air untuk membantu proses pemadaman. Kami berharap dukungan pemerintah pusat dapat terus diperkuat sehingga kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi Karhutla semakin optimal,” tegas Askolani.

​Senada dengan hal tersebut, Brigjen TNI Frans Surya Ginting menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemkab Banyuasin. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, timnya telah mencatat berbagai kendala di tingkat kecamatan serta memetakan kebutuhan mendesak guna memperkuat mitigasi bencana kebakaran di masa mendatang.

​”Pencegahan dan deteksi dini harus diperkuat, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dengan kolaborasi dan kesiapsiagaan bersama, potensi Karhutla dapat ditekan dan penanganannya dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Brigjen TNI Frans.

​Adapun sejumlah poin krusial yang menjadi fokus evaluasi meliputi penambahan posko siaga di zona merah, optimalisasi patroli terpadu, penambahan titik tampungan air (embung), serta konsistensi sosialisasi kepada masyarakat. Tak hanya itu, penanganan lahan tidur yang kerap menjadi pemicu titik api juga disikapi dengan mendorong pemanfaatannya secara produktif.

​Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab Banyuasin berkomitmen untuk terus melanjutkan estafet pencegahan Karhutla melalui koordinasi lintas sektor yang solid, penguatan kesiapsiagaan darurat, edukasi publik yang masif, serta penegakan aturan larangan membuka lahan dengan cara membakar demi kelestarian alam Kabupaten Banyuasin.

Bagaimana Menurut Anda?