MUARAENIM, Buanaindonesia.com- PT Bukit Asam (Persero) Tbk Tanjung Enim telah mencatatkan penjualan batubara pada semester I tahun 2015 ini sebesar 9,03 juta ton. Atau naik 2,02 persen dari tahun sebelumnya pada periode sama sebesar 8,83 juta ton. Dengan ini pendapatan yang diperoleh perusahaan sebesar Rp 6,51 triliun, naik 1 persen dari tahun 2014 Rp 6,43 triliun.
“Kenaikan penjualan batubara PTBA sekarang ini tak luput dari dukungan dari transportasi angkutan batubara yang selama ini menggunakan kereta api. Yakni peningkatan volume angkutan batubara dari lokasi tambang batubara di Tanjung Enim menuju pelabuhan Tarahan Bandar Lampung, dan menuju dermaga Kertapati Palembang,” tutur Dirut PTBA, Milawarma melalui Sekretaris Perusahaan, Joko Pramono saat acara Halal Bi Halal Idul Fitri, Senin (10/08/2015).
PT Bukit Asam saat ini, kata dia, juga tengah melakukan pengembangan usaha untuk memperkuat kehandalan PTBA sebagai sebuah perusahaan Induk (Holding Company).
Dengan mengembangkan sayap bisnisnya mendirikan sejumlah anak perusahaan, serta mengakuisisi sejumlah perusahaan baru sebagai cucu PTBA. Meliputi berbagai aspek bisnis, diantaranya usahan penambangan, pembangkit tenaga listrik, jasa penambangan, trading batubara, transportasi laut untuk batubara, pengelolaan pelabuhan, perkebunan, jasa pelayanan dan kesehatan.
“Semua anak perusahaan dan perusahaan afiliasi ini bersinergi secara optimal untuk mendukung capaian kinerja PTBA sebagai perusahaan induk,”jelas Joko.
Bahkan, kata Joko, terakhir pada bulan Mei 2015 kemarin anak perusahaan PTBA, yakni PT Internasional Prima Coal (PTIPC) yang bergerak disektor pertambangan di Kalimantan Timur telah mengakuisisi perusahaan baru. Masing-masing PT Tabalong Prima Resources yang bergerak di pertambangan dengan jumlah SDA sebesar 292 juta ton, dan PT Mitras Hasrat Bersama (MHB) yang bergerak di pertambangan dan sarana transportasi.
“Masih melalui anak perusahaan PTBA, yakni PT Bukit Energi Investama (BEI) tengah mempersiapkan diri untuk mengakuisisi Ignite Energy Resources dari Australia. Yaitu sebuah perusahaan yang memiliki teknologi Coal Liquefection (pengolahan batubara cair,red) dan Coal Upgrading atau peningkatan kualitas batubara,” terangnya.







