BANAINDONESIA.CO.ID, MUBA – Lebih kurang dua bulan ini Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar telah lanka dari peredaran. di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dari mulai SPBU Betung kabupaten Banyuasin Hingga SPBU Bayung Lincir kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan sering didapati tulisan BBM Solar Habis.
Akibatnya, antrean panjang kendaraan Dump truck , Fuso serta angkutan umum dan mobil Pribadi, sering menghiasi hampir di setiap SPBU. Bahkan ada yang mengatri untuk menunggu pasokan dari Pertamina. Para pengantri sampai rela menunggu hingga bermalam. “Stok BBM solar di tangki menipis sehingga untuk mencari di tempat lain hawatir tidak sampai. Hawatirnya lagi, di SPBU lain belum tentu ada juga” kata salah satu pengemudi Dan truk Ridwan disela-sela mengantri Sabtu (03/11/18).
Ketimbang harus mogok di jalan, sambung dia, mendingan memilih menunggu antrian di SPBU, “kelangkaan BBM jenis solar atau Primium, di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin sudah terjadi sejak hampir dua bulan terakhir. Kalaupun ada stoknya terbatas. Maka dari itu, disaat stok BBM minyak solar di SPBU tersedia, saya lebih memilih mengisi full”. Tambahnya.
Salah satu petugas SPBU yang tidak mau disebutkan menjelaskan, kelangkaan minyak solar diduga disebabkan stok yang terbatas. ia menjelaskan, bahwa Biasanya SPBU tempat ia bekerja selalu dikirim 16 ton solar. Namu sejak hampir dua bulan terakhir solar yang datang hanya 8 tons minyak Solar.








