BUANAINDONESIA.CO.ID, MUSI BANYUASIN – Jaminan kesehatan bukan sekadar deretan angka UHC (Universal Health Coverage) di atas kertas, melainkan kepastian bahwa setiap warga yang sakit bisa berobat tanpa dibayangi kecemasan biaya. Komitmen itulah yang kembali ditegaskan dalam pertemuan hangat antara Pemkab Musi Banyuasin dan BPJS Kesehatan di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Sekayu, Kamis (30/7/2026).
Di ruang audiensi tersebut, Wakil Bupati Musi Banyuasin Abdur Rohman Husen bersama jajaran pimpinan dinas terkait duduk bersama Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan, dr. Anurman Huda, beserta timnya. Fokus utama mereka satu: memastikan kartu BPJS di kantong warga Muba tidak sekadar formalitas, melainkan benar-benar aktif dan siap dipakai saat dibutuhkan.
Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan, dr. Anurman Huda, tak segan melayangkan pujian atas komitmen Pemkab Muba yang berhasil mencatatkan cakupan kepesertaan UHC sangat tinggi. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya ada pada keaktifan kartu dan keberlanjutan layanan di lapangan.
”Capaian UHC di Musi Banyuasin sudah sangat luar biasa. Namun, fokus kita sekarang adalah bagaimana meningkatkan persentase kepesertaan aktif serta memperkuat pemeliharaan kesehatan secara berkala demi keberlanjutan layanan bagi masyarakat,” tutur dr. Anurman.
Mendengar hal itu, Wabup Abdur Rohman Husen menegaskan bahwa Pemkab Muba tidak akan berpuas diri. Bagi pemerintah daerah, urusan perut dan kesehatan warga adalah pelayanan mendasar yang tidak boleh ditawar-tawar.
”Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin siap terus bersinergi. Kami bertekad menjaga kualitas layanan publik serta melahirkan solusi-solusi taktis agar seluruh warga Muba mendapatkan jaminan kesehatan yang layak, mudah, dan berkualitas,” tegas Abdur Rohman.
Diskusi yang berlangsung hangat itu juga mengupas tuntas berbagai persoalan teknis di lapangan—mulai dari kerapian pemadanan data warga, efisiensi anggaran daerah, hingga penataan alur pelayanan di puskesmas maupun rumah sakit agar pasien tidak lagi merasa dipersulit.
Sinergi yang kian erat ini menjadi angin segar bagi masyarakat Muba. Sebuah optimisme baru bahwa ke depan, urusan berobat bukan lagi beban menakutkan, melainkan hak dasar yang dijamin penuh oleh negaranya.










