Buah Manis Program PKM Muba: Sentuhan Modal Rp5 Juta Ubah Harapan Wagiman Jadi Sumber Penghasilan

340 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUSI BANYUASINSebuah senyum sumringah memancar dari wajah Wagiman, warga Kelurahan Balai Agung. Dengan kedua tangannya, ia membawa butiran-butiran telur bebek segar menuju Rumah Dinas Bupati Musi Banyuasin, Rabu (29/7/2026) siang. Telur-telur itu bukan sekadar buah tangan biasa, melainkan simbol rasa syukur dan bukti nyata dari asa yang mulai berbuah manis.

​Siapa sangka, bantuan modal stimulan sebesar Rp5 juta dari Program Keluarga Maju (PKM)—gagasan Bupati Muba H. M. Toha Tohet, S.H., dan Wakil Bupati Abdur Rohman Husen—kini benar-benar mengubah roda perekonomian keluarga Wagiman. Budi daya ternak bebek petelur yang ia tekuni dengan ketekunan kini memasuki masa panen perdana.

Advertisement

​”Alhamdulillah, kami sudah bisa menikmati hasil panen telur pertama. Memang hasilnya belum seberapa banyak, tapi ini jadi pemicu semangat bagi kami untuk terus membesarkan usaha,” tutur Wagiman dengan nada haru saat menyerahkan hasil panennya langsung kepada Bupati Toha.

​Bagi Wagiman, suntikan modal PKM bukan sekadar urusan angka di atas kertas, melainkan suntikan keyakinan bahwa masyarakat kecil pun mampu mandiri dan berdaya jika diberi kesempatan.

​”Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati atas bantuan modal usaha ini. Semoga usaha kami makin berkembang dan membawa berkah bagi keluarga,” tambahnya.

​Menerima kepulangan hasil jerih payah warganya, Bupati Muba H. M. Toha Tohet, S.H., tak sanggup menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, keberhasilan Wagiman adalah potret kecil dari tujuan besar program PKM dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.

​”Program PKM ini kami rancang agar warga punya peluang nyata membangun usaha yang mampu menopang pendapatan keluarga. Panen perdana Pak Wagiman adalah bukti hidup bahwa bantuan modal, jika dikelola dengan sungguh-sungguh, betul-betul membawa manfaat nyata,” ungkap Toha.

​Ia pun menegaskan bahwa Pemkab Muba tidak akan melepas para penerima bantuan begitu saja. Pendampingan berkelanjutan akan terus dilakukan agar usaha-usaha kecil seperti milik Wagiman tidak cuma bertahan, tetapi bisa mengepakkan sayap lebih lebar hingga membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.

​Langkah kecil Wagiman hari ini menjadi cerita hangat di Muba—tentang modal yang tak seberapa, namun diiringi kerja keras dan perhatian pemerintah, mampu mengubah harapan menjadi sumber penghidupan yang pasti.

Bagaimana Menurut Anda?