BANYUASIN, Buanaindonesia.com – Mahalnya ongkos speedboat dikeluhkan penumpang. Pasalnya, pasca penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 1 April yang lalu ternyata tidak dibarengi dengan penurunan ongkos angkutan sungai. Seperti yang dikeluhkan penumpang dengan trayek Simpang PU-Karang Agung. Saat ini, ongkos speedboat tetap Rp 100.000/penumpang.
Hal ini seperti yang dikeluhkan Syafar (34), warga Karang Agung. Dia mengaku cukup heran dengan belum turunnya ongkos speedboat ini. Padahal dari berita yang dia ketahui dari televisi, jika pemerintah pusat telah meminta agar ongkos transporasi diturunkan sebesar 5 persen.
“Masak sudah dua kali BBM turun tapi ongkos speedboat belum turun. Katanya kan harus segera turun 5 persen. Tapi kok sampai hari ini ongkos masih Rp 100 ribu. Kita komplain dengan serang, katanya memang tidak turun sebab mereka mengaku jika BBM hanya turun sedikit, tanggung,” ujarnya.
Yang dia juga heran, jika pemerintah menaikkan harga BBM maka dengan serta merta omgkos transportasi baik darat maupun sungai akan berlomba-lomba menaikkan ongkos. Namun, sayangnya saat BBM turun maka akan sangat sulit untuk kembali diturunkan dan hal itu terbukti saat ini.
“Kalau naik saja maka akan cepat naik. Tapi kalau BBM turun, ongkos pun akan sulit untuk turun walaupun pemerintah sudah menghimbau dan menginstruksikan. Kita berharap agar pemerintah segera bertindak mengingat BBM saja sudah turun Rp 500/liter. Bahkan tahun ini saja sudah turun dua kali,” ucapnya.
Editor: Karnadi







