Belum Dapat Sertifikat Halal, Anggota Dewan ini Minta Suntik Vaksin MR Dibatalkan

30.415 dibaca
Anggota Dewan kabupaten Banyuasin Darul Qutni.
Anggota Dewan kabupaten Banyuasin Darul Qutni.

BUANAINDONESIA.CO.ID,BANYUASIN – Maraknya isu vaksin Measles Rubella (MR) yang diproduksi oleh Serum Institut of India (SII) akan di laksanakan secara serentak di sekolah- sekolah yang ada di Banyuasin, menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat. Bahkan, beredar bahwa vaksin tersebut berbahaya dan belum memiliki sertifikat halal, sehingga para orang tua takut vaksin tersebut diterapkan di Kabupaten Banyuasin.

Madi (32) warga Tanjung Agung Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin menjelaskan, dirinya merasa khawatir mendengar akan adanya penyuntikan vaksin MR secara serentak dilingkungan sekolah. sebab, dari beberapa berita yang dia baca diberbagai media yang ada di media sosial, vaksin tersebut dapat mengancam kesehatan anak.

Advertisement

“Sebenarnya saya sendiri belum bisa pastikan berita berbahayanya apa tidak, vaksin MR itu Hoax atau fakta. yang jelas, sebagai orang tua saya merasa khawatir jika vaksin itu di terapkan di lingkungan sekolah”. terangnya kepada wartawan Senin ( 6/7).

Sementara itu Ketua komisi IV DPRD Banyuasin Irfan, melalui sekrataris komisi Darul Qutni melarang vaksin tersebut untuk di terapkan kepada pelajar di Banyuasin.

“Saya himbau kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, supaya membatalkan atau menunda vaksin serentak, sebelum vaksin tersebut mendapat izin resmi dari MUI dan pihak-pihak terkait. Semua ini kami lakukan demi keselamatan anak- anak”. tegasnya

Namun sangat di sayangkan, meski sudah menjadi bahan perbincangan serta keresahan para wali murid terhadap vaksin tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda Olara, dan pariwisata ( Disdikporapar) Banyuasin H. Yusuf. Msi melalui sekrataris Dinas Zulkarnain, belum mengetahui soal vaksin tersebut. “Saya belum bisa memberikan keterangan, selain belum ada intruksi dari pusat, saya sendiri belum tahu persis tentang vaksin tersebut”. Tegasnya

Sampai berita ini diturunkan Dinas Kesehatan Banyuasin belum berhasil dimintai tanggapannya terkait hal ini.

Bagaimana Menurut Anda?