BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Buaya Muara Sungai limau kembali menelan korban, kali ini Ibrahim bin Abdul Wahid (26). Warga Desa Santan Sari, kecamatan Sembawa kabupaten Banyuasin, ironisnya jasadnya sampai saat ini belum diketemukan.
Gatot Saylendra Pelaksana Tugas kepala Desa Santan Sari saat dihubungi membenarkan ada warganya yang dimakan buaya. Dikatakannya, korban meninggalkan rumah dengan tujuan mancing dan mengambil rumput di kawasan paret galian Plasma PT Kam di perbatasan desa limau dan Desa Pulau Muning yang berukuran lebar 10 M dan dalam 2 M.
” Berhubung hingga malam korban belum juga pulang kerumah, ayah korban Abdul Wahid langsung menyusul. Sesampainya di tempat kejadian sepeda motor, Kail dan sendal serta beberapa peralatan lainya korban masih utuh. Korban, sempat dicari-cari di sekitar tempat meletakan kail namun tetap tidak juga di ketemukan. Akhirnya ayah korban memangil warga dan Pawang buaya.” Terang Gatot kepada wartawan Rabu (7/6)
Dilanjutnya, warga yakin korban dimakan buaya sebab sekitar jam 00 : 30 Wib. Sebab ada warga yang melihat tangan korban sedang di pertunjukan Oleh seekor buaya di permukaan.
“Korban ini posisinya di sambar buaya , semalam sekira pukul 00:30 jasat dikeluarkan oleh buaya. Kami sudah lapor ke Polisi, pihak Kecamatan untuk diteruskan ke Bupati. Saat ini yang perlu di butuhkan itu alat berat karena dikawasan itu banyak kumpai( rumput) Lokasi kejadian itu di perkirakan sekitar 500 meter dari muara sungai limau. Dari semalam hingga sekarang sekitar 1000 orang yang terus mencari korban” imbuhnya
Dikatakannya, sempat ada juga insiden pawang kesurupan karena diduga penunggu disana tidak suka saat masyarakat mencoba menggunakan alat setrum untuk menangkap puluhan buaya yang berada di lokasi kejadian.
” Penunggu kawasan ini tidak suka masyarakat menggunakan alat setrum oleh itulah pawangnya Kesurupan.” Pungkas Gatot








