Byarpyet PLN Di Banyuasin Bingungkan Pelanggan

28.782 dibaca
Hadi Wijaya ST. Kepala Cabang PDAM Tirta Betuah Pangkalan Balai
Hadi Wijaya ST. Kepala Cabang PDAM Tirta Betuah Pangkalan Balai

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Masyarakat Kabupaten Banyuasin mengeluhkan kinerja Perusahaan Listrik Negara Cabang S2JB Sumsel, Ranting Pangkalan balai, sebab sering sekali mengalami mati lampu. akibatnya, aktivitas warga termasuk koneksi pelayanan publik, seperti pendistribusian air, usaha photo copy, serta usaha ruma tangga terganggu.

Bahkan Terhitung dalam satu hari pada Senin (27/08/18) Listrik di Ibu Kota Pangkalan balai yang merupakan pusat pelayanan publik dan urusan  administrasi masyarakat, bisa sampai 5 kali byarpyet (Padam). “Pusing nian aku, listrik mati terus hari ini, jadi saya belum bisa masak nasi, nyuci baju dan aktivitas rumah tangga lainnya”. Ucap Masita, Warga Pangkalan balai, saat dibincangi. Senin. 27/08/18.

Advertisement

Dirinya juga mengatakan, selain menganggu aktivitas rumah tangga, listrik mati juga dapat menghentikan aliran air bersih. “Ya biasanya, kalau listrik mati, PDAM juga ikut mati. sedangkan saat ini sudah musim kemarau, kita sangat butuh dengan air” ujarnya.

Dirinya mempertanyakan penyebab sering mati lampu di wilayah Pangkalan balai dan sekitarnya tersebut sebab saat ini tengah berada di musim kemarau. “Ya bingung juga sih, tidak ada hujan, tidak ada petir dimusim kemarau listrik mati terus, saya berharap byarpyet pemadaman yang sering terjadi tidak lagi terjadi kedepannya, sebab saat dipimpin oleh Kepala Cabang PLN yang lama Bapak Frans handoko lampunya jarang mati bahkan tidak pernah, tapi sekarang kok kembali lagi byarpyetnya”. tandasnya.

Senada, dikatakan Hadi wijaya Kepala Cabang PDAM Tirta bertuah Pangkalan balai ketika dikonfirmasi terkait aliran air bersih dirinya mengaku tidak bisa maksimal mendistribusikan air bersih ke rumah warga dampak dari listrik mati. “Udah beberapa hari ini  air kita usahakan ngalir, namun belum sempat satu jam, listril mati dan sangat berpengaruh pada dinamo dan pompa kita yang ada di lebung sering meledak dan tidak kuat karena tegangan rendah”. ucapnya.

Dirinya meminta kepada pihak PLN Pangkalan balai untuk dapat berkoordinasi saat hendak melakukan pemadaman aliran listrik agar jadwal pendistribusian bisa di tunda dan tidak mengganggu alat-alat PDAM. “Kita minta kepada pihak PLN untuk melakukan memberitahuan. Agar, PDAM di Desa Lebung siap-siap mematikan mesin terlebih dahulu sehingga tidak terjadi ledakan seperti Pompa, Dinamo dan lain sebagainya”. Tukasnya.

Bagaimana Menurut Anda?