BUANAINDONESIA.CO.ID.BANYUASIN – Lima Propinsi mengikuti Kejuaraan Politeknik Cup I di Padang, Sumatera barat, diantaranya Sumsel, Padang, Medan, Jambi dan Riau.16-19 Agustus 2018. Kejuaraan direktur cup politeknik padang ke-1 yang dilaksanakan di Sumbar, Universitas Politeknik Negeri Padang, untuk Sumsel diwakili oleh SMPN I Banyuasin III dari perguruan Setia Hati Terate dengan dikomandoi oleh Juliansyah. S. Sos,
Juliansyah mengatakan, targetnya juara umum , namun kandas saat memimpin anak asuhnya berlaga. sebab, musuhnya di Padang diluar dugaan ternyata PPLP Jambi dan Riau juga ikut bertanding, dirinya berpesan kepada para anak didiknya untuk tetap optimis dengn tidak menyerah dan semakin giat berlatih.
“Ya target saya sih Emas, kalau yang ikut hanya SMP dan SMA mungkin harapan kita terwujud, dan juga kegagalan kita ada faktor grogi juga dari anak-anak yang baru saja tur pertama dari SMPN I Banyuasin III, ” ucap, Juliansyah Pelatih SMPN I Banyuasin III, saat dibincangi, Selasa. (28/08/18).
Dirinya berpesan kepada para Muridnya untuk tidak menyerah dan terus berlatih agar dapat meraih apa yang diimpikan bersama-sama.”Saya berpesan semakin giat lagi berlatih agar bisa meraih hasil yang memuaskan serta jangan pantang menyerah, sebab musuh yang sesungguhnya itu yang paling berat ialah diri sendiri, dan kami berterima kasih sekali kepada Kepala Sekolah SMPN I Banyuasin III yang sudah mendukung perjalan kami ke Padang sana.” ujarnya.
Dirinya berharap, kepada Panitia Politeknik Negeri Padang agar bisa membedakan katagori yang ditandingkan, sebab hal tersebut poin dari kegagalan mereka meraih medali emas. “Mereka setidaknya mesti bisa membedakan kelas SMP, SMA, terpaut juga dalam kendala usia, mana yang harus dimasukan usia dini, mana yang harus dimasukan di Pra remaja, mana yang harus dimasukan diusia remaja. Jangan sampai ada kekeliruan, antara kelas Usia dini dimasukan ke kelas Pra Remaja dan Remaja , dan juga terdapat kekeliruan seperti atlit yang bertanding, mana atlit yang harusnya ditimbang dan dipertandingkan,sedangkan atlit yang tidak ditimbang malah dimainkan, ini sebagai bentuk bahan evaluasi kami kepada panitia kedepan”. keluhnya.








