Camat Banyuasin III Ingatkan Desa Dan Kelurahan

9.843 dibaca
Camat Banyuasin III ketika memimpin rapat koordinasi bersama BPBD, TNI dan Polri serta Kepala Desa

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN,- Camat Banyuasin III memimpin rapat koordinasi larangan membakar hutan dan lahan di ruang rapat Camat Banyuasin III.

Rapat dilakukan bersama Korlap Posko I BPBD Pangkalan balai , Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa Perwakilan Banyuasin III. Diantaranya Kepala Desa Regan agung, Kepala Desa Pelajau Ilir, dan Ketua BPD Lubuk Saung.

Advertisement

Camat Banyuasin III, Santo. S. Sos. M. Si. Mengatakan bahwa Banyuasin III Ada dua titik rawan api, seperti di Desa Rimba alai dan Terlangu, kemudian di Kelurahan Seterio Dusun Bintang Campak dan Kelurahan Pangkalan balai tepatnya di Bom Berlian,

“Meski tidak ada titik api, Desa dan Kelurahan lain jangan berpangku tangan, sebab di perbatasan bisa di khawatirkan terjadi titik juga seperti di Desa Sidang mas dengan Pagar bulan Kecamatan Rantau Bayur.”Katanya ketika menyampaikan sambutannya dihadapan peserta rapat, Senin. 5/6/23. Lalu,

Jangan sekali-kali membuka lahan dengan membakar, jangan sampai warga Banyuasin III mendekam didalam jeruji besi karena membakar lahan.

Camat Banyuasin III juga meminta kepada Seluruh Kepala Desa dan Lurah untuk mensosialisasikan ke masyarakat larangan membakar hutan dan lahan tersebut agar warga mereka tidak tersandung hukum.

“Hukumannya jelas 10 tahun, jadi saya minta kepada Kelurahan dan Desa untuk mensosialisasikan ke masyarakat, menyampaikan himbauan dan larangan, agar warga mereka tidak tersandung hukum,”Tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Banyuasin, Ir. Alpian MM. Melalui Nandar sebagai Korlap Posko I Pangkalan balai menjelaskan pihaknya memiliki sarana dan prasarana yang siap menghadapi Karhutlah di Kabupaten Banyuasin.

“Posko disebar di Tujuh Posko, kita memiliki berbagai sarana dan prasarana, seperti alat tangan mesin apung, motor dan mobil dua setiap Posko, kita memiliki tujuh posko di Kabupaten Banyuasin,”singkatnya sembari meninggalkan awak media.

 

Bagaimana Menurut Anda?