Di Tangan Erwin Ibrahim, Banyuasin Terpilih Sebagai Pilot Project Pendataan UKM Dari Kementerian

10.013 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN,- Banyuasin terpilih Pilot Project Pendataan Lengkap Koperasi UKM kementerian Koperasi UKM.

Dari 17 (tujuh belas) kabupaten/kota sumatera selatan terpilih 8 (delapan) kab/kota pilot project Pendataan lengkap Koperasi UKM.

Advertisement

yang mana program ini adalah kegiatan dekonsentrasi dibiayai oleh APBN kementerian koperasi UKM.

Pendataan koperasi dan pelaku ukm ini dalam rangka pembuataan sistim informasi data tunggal (SDIT) nasional berbasis NIK dan geospasial tagging, bertujuan terwujudnya basis data nasional sehingga program program bantuan, permodalan, pelatihan dan hibah baik program nasional, provinsi maupun daerah cukup menggunakan data tersebut.

Rapat koordinasi hari ini jumat (18/11/2022) merupakan langkah percepatan pendataan yang bersisa 12 (dua belas) hari lagi agar pendataan dapat berjalan tepat waktu sesuai target. Kegiatan ini dibuka oleh kepala dinas koperasi ukm provinsi sumatera selatan Ir.Amiruddin, mengatakan ” kita menyadari bahwa kendala dari tiap tiap daerah memiliki hal berbeda beda, seperti medan geografis, transportasi dan kultur tetapi kami tetap mengapresiasi kab/kota yang terus bekerja melakukan pendataan diharap tepat waktu yang telah di tentukan”. Katanya.

Kepala dinas koperasi perinduatrian dan perdagangan kabupaten banyuasin Ir Erwin Ibrahim ST,MM,MBA mengatakan ” target yang ditentukan oleh kementerian untuk banyuasin adalah sebesar 57000 (lima puluh tujuh ribu) koperaai dan pelaku UKM dan sampai hari ini sudah terdata sebanyak 31.930 (tiga puluh satu ribu sembilan ratua tiga puluh) pelaku ukm dan koperasi, salah satu kendala terbesar adalah banyuasin sebagian besar adalah perairan yang membutuhkan biaya transportasi yang cukup besar sehingga dana tersedia belum mencukupi tapi ini semua tidak menurunkan semangat kita untuk terus bekerja, jika kita melihat data bantuan bpum tahun lalu terlihat jumlah umkm kita adalah sebanyak 25.000 pelaku umkm dan pendataan kita sekarang sudah mencapai 31.930 ini menunjukkan hal baik, berarti pendataan kita lebih dari penerima bpum beberapa tahun ini, dan tentunya kita terus akan bekerja melakukan pendataan”. Ucap, Erwin.

Sebelumnya bupati banyuasin H Askolani Jasi SH MH ngatakan bahwa “sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada kementerian sudah menjadikan banyuasin sebagai pilot project program dekonsentrasi ini, yang paling penting kami mengharap program ini dapat mensejahterakan pelaku umkm dan menumbuhkan kemandirian pelaku wirausaha yang akhirnya menumbuhkan perekonomian masyarakat”. Tandasnya.

Bagaimana Menurut Anda?