Diduga Pasal Kisruh Tabungan, Kepsek TKN III Seterio Ditarik Ke Disdikbud

16.167 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID – Puluhan wali siswa Sekolah Taman Kanak-kanak Negeri (TKN) III Banyuasin III Kabupaten Banyuasin mendatangi kepala Sekolah TKN III guna mengkomplain soal uang tabungan anak-anak mereka, buntutnya, Kepala Bagian TK dan Paud Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin langsung melakukan sidak ke sekolah TKN III dan memutuskan untuk menonaktifkan sementara waktu, sang kepala sekolah TKN III Banyuasin III .

Menurut salah satu wali murid yang Engan namanya disebutkan, bahwa puluhan wali murid datang kesekolah itu karena tidak  terima kalau uang tabungan sekolah anak-anaknya di pegang oleh sang kepala sekolah, “Kami meminta uang tabungan tersebut di pegang atau di simpan oleh wali kelas masing-masing. Dan Kami kesini karena kami tidak mau uang tabungan anak kami di simpan oleh kepala sekolah, kami mau uang-uang tersebut tetap di tangan wali kelas.  kami lebih percaya dengan wali kelas,” Ucap, Kesi saat dibincangi. Kamis, (01/08/19).

Advertisement

Senada juga dikatakan Lina, menurut lina, UangTabungan  anak mereka di TKN III Banyuasin III tersebut sulit untuk diambil, ketika anaknya hendak melanjutkan ke Sekolah Dasar. “Mestinya sebelum kelulusan uang tersebut kita terima guna membeli perlengkapan ke sekolah dasar. namun, ketika  kita minta, sulit didapat. bahkan, saat kita dikumpulkan bersama wali kelas dan dewan guru, Kepsek ini tidak mau mendengarkan pendapat kami. sebagai wali murid,” Ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Lina, uang tabungan yang ada di Kepsek TKN III tersebut merupakan hasil jerih payah. “Kita minta uang tersebut bisa kembali lagi ke kita, sebab anak-anak kita butuh biaya untuk sekolah,” Tandasnya

Sementara, Ocha pencatat keuangan TKN III Banyuasin III menjelaskan, bahwa dirinya hanya sebatas memegang uang tabungan dan mencatat jumlah uang, “Saya ditugaskan mencatat uang tabungan anak-anak saja pak, sementara yang pegang  Kepala sekolah. Karna dimeminta. bahkan, saya bingung saat kepsek meminta saya untuk menyetorkan uang kepadanya, apakah setiap hari, apakah dua minggu sekali, dengan ragu saya jawab akan saya setorkan satu bulan sekali,” Ucap Ocha.

Untuk jumlah uang tabungan tersebut sambung Ocha,  berjumlah Rp. 2.861 juta, dan sudah diserahkannya separuh kepada Kepsek. “Selama dua minggu terkumpul Rp. 2.861, dan saya serahkan diakhir bulan kemarin sebesar Rp. 2.587 juta, sebelumnya saya serahkan, saya ceritakan dahulu kepada para wali murid bahwa uang tabungan akan dipegang oleh Kepsek, maka dari itu timbulah protes dari wali murid,” Ujarnya.

Menurut Ocha, Kepsek TKN III Banyuasin III tersebut memang sedikit arogan didalam memimpin TKN III. “Dia marah-marah pak sama saya, saat saya menolak kemauannya. apa lagi, saya  musaywarahkan ke wali murid. bahwa uang tabungan akan di pegang oleh Kepsek, dengan Arogannya Kepsek melontarkan kalimat yang tidak manusiawi seperti pengancaman honor, pengancaman masalah gaji, bahkan sampai ke pribadi kami,” tegasnya.

Sementara itu, Nasutman ketika dibincangi mengatakan kedatangannya ke TKN III Banyuasin III dalam rangka mendengarkan permasalahan antara wali murid dan pihak sekolah. “Kedatangan kami kesini dalam rangka mendengarkan permasalahan yang menjadi ketidak puasan wali murid terhadap Kepsek, untuk sementara Kepala sekolah kita tarik dulu ke Dinas, ” Ucapnya.

Dilanjutkannya, Kelihatannya ini hanya salah paham, dan mereka tidak bercerita mengenai tabungan,  “kami tegaskan kepada seolah bahwa kami tidak mengintruksikan untuk menabung, sebab tugas sekolah mengajar bukan menabung, Meskipun Atmawati kita tarik ke Dinas, sekolah ini kita harapkan tetap beroperasi,” ujarnya.

Terpisah Kepsek TKN III Banyuasin III, Kelurahan Seterio ketika dibincangi mengaku bahwa kedatangan Pihak Disdikbud Ke TKN III Banyuasin III hanya sebatas membina Kepsek dan Para Guru, serta dirinya berkilah tidak pernah mengancam guru-guru yang bertugas di TKN  baik gaji, maupun sertifikasi guru-gurunya.” Tidak ada apa-apa, mereka hanya melakukan pembinaan kepada kepsek, Guru, tidak pak, tidak ada pengancaman tidak membayarkan gaji, sertifikasi ataupun lain halnya,”Kilah Atmawati sembari meninggalkan awak media.

Bagaimana Menurut Anda?