BUANAINDONESIA.CO.ID LUBUKLINGGAU– Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan mewarnai pengukuhan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Lubuklinggau periode 2026–2027. Bertempat di Kantor Walikota Lubuklinggau, prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Wali Kota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat, dengan mengusung komitmen bersama untuk memperkuat profesionalisme pers dan menjaga independensi media siber di era digital.
Dalam kepengurusan baru ini, Ali Mu’ap, S.M., S.H., resmi dipercaya menahkodai SMSI Kota Lubuklinggau, didampingi Epranka Pradira, S.H., sebagai Sekretaris, dan Alam Budi Kusuma sebagai Bendahara. Momen bersejarah ini turut disaksikan langsung oleh Ketua SMSI Provinsi Sumatera Selatan, Jon Heri, S.Sos., jajaran kepolisian, perwakilan Pemerintah Kota, serta puluhan insan pers yang memadati ruangan.
Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni pergantian pengurus, melainkan babak baru perjuangan insan pers di Kota Lubuklinggau untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Menjaga Kebersamaan dan Merawat Kesejahteraan Perusahaan Media
Dalam nada bicaranya yang penuh rasa syukur, Ketua SMSI Kota Lubuklinggau terpilih, Ali Mu’ap, menyampaikan terima kasih mendalam atas kepercayaan untuk memimpin wadah para pemilik media siber tersebut. Bagi Ali, kekompakan antaranggota adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan industri media yang kian dinamis.
”Kekompakan adalah modal terbesar kita. SMSI bukan hanya rumah bagi organisasi, tetapi juga wadah untuk merawat kebersamaan, memperjuangkan aspirasi, dan memastikan perusahaan media lokal bisa tumbuh secara profesional dan berkelanjutan,” ujar Ali Mu’ap penuh optimisme.
Ia berharap kepengurusan anyar ini mampu mempererat silaturahmi sekaligus menjadi jembatan aspirasi bagi seluruh pemilik media yang tergabung di dalamnya.
Pesan Ketua SMSI Sumsel: Tangkal Hoaks Media Sosial lewat UKW
Dua hal penting yang menjadi sorotan dalam momen ini adalah kualitas karya jurnalistik dan benteng penangkal informasi bohong (hoaks). Ketua SMSI Provinsi Sumsel, Jon Heri, S.Sos., menekankan bahwa pesatnya arus informasi di platform digital seperti TikTok, Instagram, dan Facebook menuntut wartawan untuk lebih cermat dan adaptif.
Ia mendorong agar pengurus SMSI Kota Lubuklinggau aktif memfasilitasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan berbagai pelatihan jurnalistik secara berkelanjutan.
”Di tengah gempuran informasi media sosial yang belum tentu terverifikasi, media profesional adalah benteng terakhir kepercayaan publik. Tugas kita adalah meluruskan disinformasi dan menyajikan berita berimbang sesuai kaidah jurnalistik,” tegas Jon Heri.
Menurutnya, peningkatan kompetensi wartawan tidak hanya berdampak pada kualitas pemberitaan, tetapi juga menaikkan marwah serta martabat profesi pers di mata publik.
Wali Kota Tegaskan Kemitraan Terbuka dan Hormati Independensi Pers
Menanggapi harapan para pelaku media, Wali Kota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi pers dalam mengawal pembangunan daerah. Rachmat memahami betul dinamika dan kebutuhan operasional perusahaan media dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik.
Ia memastikan Pemerintah Kota Lubuklinggau terbuka untuk membicarakan kerja sama publikasi secara proporsional, transparan, dan sesuai regulasi yang berlaku.
”Persoalan kerja sama publikasi perlu kita diskusikan bersama secara terbuka. Kebutuhan media, aturan hukum, dan kemampuan keuangan daerah harus berjalan seiring. Dinas Kominfo akan mengoordinasikan hal ini agar tata kelolanya rapi dan akuntabel,” jelas Wali Kota Rachmat Hidayat.
Tak kalah penting, Wali Kota menekankan bahwa kemitraan dengan pemerintah daerah tidak akan pernah membelenggu kebebasan dan independensi pers. Perbedaan pandangan dan kritikan dari media dinilai sebagai dinamika positif untuk kemajuan kota.
”SMSI adalah wadah sinergi, tanpa mereduksi identitas dan independensi masing-masing media. Mari kita terus berkolaborasi membangun Kota Lubuklinggau menuju kota yang maju dan masyarakat yang sejahtera,” pungkasnya.







