Dinilai Tidak Tepat Sasaran Dinsos Banyuasin Validasi Ulang Data PKH

3.719 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Sosial saat ini tengah melakukan validasi ulang data penerima bantuan termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) di Banyuasin. “velidasi bertujuan untuk menjawab isu miring mengenai penerima yang tidak layak termasuk di Desa Ujung Tanjung”. Kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banyuasin Hasmi, S.Sos., M.Si, saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (14/03/19).

Diakuinya bahwa data penerima PKH tersebut masih merujuk terhadap data lama..Sementara yang baru masih dalam tahap velidasi. “Untuk data baru masih dilakukan velidasi“. Tandasnya.

Diterangkan Hasmi, ada beberapa kriteria yang mesti terpenuhi bagi menerima dana PKH. Salah satunya menyangkut penghasilan hanya kisaran Rp350 ribu perbulan. Kriteria lainnya yaitu tinggal di rumah tidak layak huni, ada penyandang masalah sosial dalam keluarga, ada anak sekolah, ibu menyusui, ibu hamil, dan lansia kurang mampu. “Nanti kalau memang ditemukan warga mampu menerima dana PKH akan kita usulkan untuk diganti. Kita alihkan kepada warga yang kurang mampu,” terangnya.

Ditambahkannya, Dari data Dinsos, penerima bantuan sosial PKH di Banyuasin mencapai 31 ribu keluarga penerima manfaat (KPM), terdiri dari 21 Kecamatan dan 200 KPM yang bersedia mengundurkan diri. “Saat ini keluarga penerima manfaat itu tidak lagi menerima uang tunai. Melainkan diganti dengan non tunai. Sehingga masyarakat bisa mencairkan dana di dalam kartu melalui transaksi di e-Warong dan agen BRIlink, “Petugas pendamping diimbau untuk tidak meminta bayaran dari penerima PKH. Sebab Petugas pendamping akan diberikan insentif”. Tambahnya

Untuk besaran insentif, sambung Hasmi, sedang direncanakan, “untuk besaran nilainya nanti kita tentukan. Tapi Jangan dilihat dari nilainnya”. Timpal Hasmi.

Sebelumnya, warga Desa Ujung Tanjung yang enggan disebutkan namanya sangat mengeluhkan, bahwa PKH di desanya tidak tepat sasaran. “Mereka yang menerima dana PKH ini banyak orang yang mampu. sementara warga yang tidak mampu tidak menerima dana bantuan sosial tersebut,” ungkapnya

Bagaimana Menurut Anda?