Dinkes Banyuasin Rikrut Kader TB HIV/AIDS

16.414 dibaca

BUANAINSUMSEL.COM, BANYUASIN – Dalam rangka melakukan rekrutment kader-kader Comunity TB HIV/AIDS, Dinas Kesehatan bersama Pengurus Aisyiyah Muhammadiyah Kecamatan Banyuasin III, melakukan rapat persiapan rekrutmen kader Tuberchulosis (TB), HIV/AIDS, di Rumah makan H. Syafik, Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

“Pada hari ini kita melakukan rapat persiapan rekrutmen kader untuk membantu pihak Puskesmas dalam memberikan pemahaman dan penyuluhan kepada masyarakat terhadap penyakit Tuberchulosis dan HIV/AIDS di Kabupaten Banyuasin ini,” Ucap Mentari SKM. Koordinator sub-sub reciepent (SSR) Kabupaten Banyuasin, saat dibincangi BUANAINSUMSEL.COM, Selasa. 06/12/16

Advertisement

Ditambahkannya, kader yang sudah direkrut nantinya akan direkomendasikan oleh puskemas, dan tugas mereka memberikan penyuluhan serta pemahaman kepada masyarakat.

“Bila ada masyarakat hendak memeriksakan kesehatan mereka, terutama untuk TB /HIV, tidak dipungut biaya, dan pemeriksaannya dilakukan di Puskesmas, Pangkalan balai.”ujarnya.

Diakuinya, selain melakukan rapat pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kepala Desa dan Kelurahan untuk bisa bersama-sama mensosialisasikan program sehat dari HIV/AIDS tersebut.

“Ya selain gencar melakukan rapat dan membentuk kader, kami juga tengah berkoordinasi kepada pihak Pemerintahan Desa maupun Kelurahan”tukasnya.

Senada dikatakan Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Kesehatan, Puskesmas Pangkalan balai, Dr. Reviyani, bahwa saat ini Puskesmas Pangkalan balai sudah siap menerima bagi masyarakat untuk memeriksakan kesehatan dengan keluhan TB HIV/AIDS.

“Bagi masyarakat yang hendak memeriksakan kesehatan Puskesmas Pangkalan balai sudah siap, terutama untuk keluhan TB HIv/AIDS, tanpa ada biaya sepeser pun yang diminta.” Ucapnya.

Masih dikatakannya, saat ini pihaknya membentuk kader-kader disetiap desa dan kelurahan.

“Agar masyarakat bisa mengerti dan tidak malu untuk memeriksakan kesehatan mereka, kita membentuk kader-kader yang berfungsi memberikan pemahaman kepada masyarakat supaya mereka tidak malu dan takut untuk memeriksakan kesehatan mereka.” ujarnya.

Dirinya menegaskan, kerahasian dari penyakit penderita dijamin akan dijaga.

“Untuk masyarakat yang memeriksakan kesehatan mereka, bia terindikasi penyakit menular, kami jamin kerahasian penyakitnya, karena sudah diatur oleh UU, kami tidak bisa membocorkan penyakit yang diderita bahkan identitas pasien, jadi masyarakat jangan takut.” tukasnya.

Bagaimana Menurut Anda?