Diprediksi Tarif Angkutan Tidak Akan Turun

13.111 dibaca

BANYUASIN, Buanaindonesia.com – Penurunan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mulai diterapkan pemerintah, mulai besok (1/4) kemungkinan tidak akan serta merta turunnya ongkos angkutan umum. Seperti halnya yang bakal terjadi dan dialami calon penumpang yang menggunakan trayek angkutan desa (angdes) atau angkutan pinggiran di wilayah Kecamatan Banyuasin I dan Rambutan.

Sejumlah sopir angdes/pinggiran mengaku belum akan menurunkan ongkos angkutan penumpang, pemerintah akan menurunkan harga BBM. Karena menurut mereka penurunan harga BBM tidak begitu signifikan, lantaran mereka mengkhawatirkan dalam waktu dekat pula pemerintah akan melakukan kebijakan menaikkan harga BBM.

Advertisement

Seperti yang dikhawatirkan Rian (29) sopir trayek Terminal Plaju-Perajin ini. Penurunan harga BBM hanya akan turun Rp 150/liter, sehingga dirinya akan lebih memilih untuk tidak menyesuaikan ongkos lantaran hanya terjadi penurunan BBM yang sedikit.

“Kami tidak akan menurunkan ongkos, sebab minyak turun saja hanya sedikit, beda kalau turunnya sampai Rp 1.000/liter. Sebab kami takutnya, belum lagi lama harga BBM turun, eh dalam beberapa bulan kemudian malah naiknya tajam. Tentunya kami memikirkan nasib kami yang hanya mendapatkan penghasilan yang tidak seberapa ini,” jelasnya.

Senada dikatakan Rom (23) sopir angdes trayek Terminal Plaju-Meritai, penurunan harga BBM ini tidak akan begitu besar berpengaruh pada sektor yang lain, berbeda halnya jika pemerintah menaikkan harga.

“Kami rasa penumpang juga tidak akan keberatan dengan ongkos lama. Sebab mereka juga tahu dan mengerti harga minyak yang hanya turun tidak seberapa itu. Pemerintah juga seharusnya lebih mengerti bagaimana kondisi kami sopir ini. Kejar setoran, kalau tidak sesuai dengan setoran artinya kami hanya dapat capeknya saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Agusnita, salah satu penumpang berharap agar pemerintah menetapkan atau menyesuaikan ongkos angkutan seusai harga BBM yang baru diberlakukan. Hal ini mengingat pemerintah selama ini hanya menyesuaikan tarif paska kenaikan BBM, sementara saat BBM turun tidak dilakukan.

“Kan lumayan kalau ongkosnya bisa turun, jadi pengeluaran saya untuk naik angdes atau angkutan umum lainnya bisa sedikit berkurang. Kalau tidak turun ya kita sangat kecewa juga. Karena yang dipikirkan jangan hanya sopir dan pengusaha angkutan tetapi juga kita sebagai penerima jasa juga harus didengarkan,” katanya.

Editor: Karnadi

Bagaimana Menurut Anda?