
PALEMBANG, Buanaindonesia.com-Tak terima diteriaki maling saat menongkrong, tiga anak baru gede (ABG) malah menyerang warga pakai dengan menggunakan air keras dan gear motor. Ketiganya berhasil diamankan karena kalah jumlah dengan warga.
Peristiwa itu bermula saat ketiga pelaku, Yorda (16), Iwan (15), dan Juan (15), sedang menongkrong untuk istirahat di Kawasan Mata Merah, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Senin (3/8) dini hari. Sebelumnya, para pelaku mencari rombongan pemuda lain yang melempari mereka dengan batu.
Usai menongkrong, ketiga pelaku yang tinggal bertetangga di Kelurahan Sungai Batang, Kecamatan Kalidoni, Palembang, itu lari sehingga membuat suara berisik. Belasan warga yang mendengar, keluar rumah dan meneriaki para pelaku maling.
Diteriaki maling, para pelaku yang masih duduk di bangku SMP itu berputar arah dan menyerang warga. Lantaran kalah jumlah, ketiganya berhasil diamankan warga berikut barang bukti, yakni dua botol air keras, gear motor yang sudah diikat tali, dan kaos seragam hitam bertuliskan Penghancur Sesama Komunitas.
Menurut tersangka Iwan, mereka hanya mencari musuhnya yang lari ke lokasi kejadian. Karena keletihan, mereka menongkrong di dekat rumah korban. Rupanya, warga menyangka mereka maling.
“Tadinya cuma ada dua warga, makanya mau kami serang. Tapi waktu balik, di depan sudah banyak orang,” ungkap tersangka Iwan saat ditemui di Mapolsek Kalidoni Palembang, Senin (3/8).
Para tersangka mengaku setiap Sabtu atau Minggu malam, selalu mencari kelompok ABG lain untuk tawuran. Penyebabnya beragam, mulai dari masalah cewek, sekolah, maupun saling ejek.
“Kawan-kawan memang sudah sepakat, rombongan musuh harus diserang, biar dibilang berkuasa,” kata dia.
Kapolsek Kalidoni Palembang AKP Rachmat S Pakpahan mengungkapkan, lantaran masih di bawah umur, ketiga pelaku akan dikembalikan ke orangtuanya untuk pembinaan.
“Untuk sementara dikembalikan, tapi jika masih terulang, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (Erwan – Ward)








