BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN,- Terkait pemberitaan dugaan penganiayaan gadis remaja putri yang ada di Kabupaten Banyuasin, terduga pelaku ungkapkan juga kronologi.
Terduga pelaku adalah Ertawati warga Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.
Ia mengatakan bahwa apa yang telah dijelaskan didalam berita sebelumnya tidak ada kebenarannya. menurutnya, kronologis kejadian terhadap tudingan penganiayaan itu berawal dari kendaraan miliknya digunakan oleh korban tanpa permisi.
“Pada tanggal 9 Mei, remaja yang berinisial ND itu menggunakan kendaraan kami tanpa izin dengan kami. baik dengan saya, maupun dengan anak saya. Konci mobil tersebut diambilnya dan memakai kendaraan tersebut dengan mengajak anak saya, menuju ke arah Palembang, sedangkan kendaraan kami itu baru dibeli delapan hari, tiba-tiba kendaraan kami itu mengalami kecelakaan menyebabkan kendaraan kami itu rusak parah. spionnya lepas, kap mobil juga rusak dengan posisi menganga, “Jelas. Ertawati ketika dibincangi dikediamannya, Jumat. (22/07/22).
Dirinya menambahkan, setelah tahu kendaraannya rusak karena dibawa oleh ND, namun ND tidak memberitahu bahwa kendaraan yang sudah digunakan itu rusak.
“Tidak ada permintaan maaf dari ND usai mobil mengalami kerusakan. bahkan, kontak kami semua di blokirnya, kemudian anak saya yang tua memerintahkan kepada adiknya untuk mencari ND agar dapat berkomunikasi untuk dapat mempertanggung jawabkan kerusakan mobil tersebut, alhasil dicarilah oleh anak saya, dan kemudian bibiknya menghubungi saya bilang bahwa si Nnd ada di rumahnya dan anak saya datang ke rumahnya untuk menanyakan tanggung jawab si Nd yang telah ngerusak mobil saya, Intinya saya datang ke rumah bibiknya untuk menanyakan etikat baik si Nd. tetpi, bukannya itikat baik yang kami dapatkan justru kami yamg dirugikan dan kami pula yang di fitnah sampai di laporkan Kepolisi, dan sebagai warga negara yang baik kami pun datang ke Polres untuk klarifikasi sesuai panggilan Polres pada saya. bukan keluar omongan yang tidak pantas, karena menurut saya omongan saya pada saat itu pantas-pantas aja karena saya dalam keadaan emosi, siapa yang tidak emosi Mobil kita baru tahu-tahu di rusak oleh orang lain dan tidak ada etikat baik.,”Ujarnya.
Dirinya menegaskan, terkait dugaan perampasan Handphone dan KTP, hal tersebut tidak benar, namun dirinya membenarkan menanyakan Surat Izin Mengemudi (SIM) namun ternyata apa yang dirinya minta tidak ada.
“Dugaan perampasan Handphone itu tidak ada, namun kalau saya menanyakan Surat Izin Mengemudi memang ada, sebab awalnya saya mau melaporke Satlantas, tetapi karena kami masih ada i’tikad baik kami mengharapkan kedatangan ND untuk meminta maaf, disayangkan kami jsutru dilaporkan, dan diberitakan tetapi kami masih diam hingga hal ini mencuat, kronologisnya sudah kami jelaskan di Kepolisian,” tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Gegara Mobil Rusak Seorang Remaja ini Diduga “Disekap”, Hp Aplle 10 Rusak, IPhon dan KTP Dirampas.
Gegara Mobil Rusak Seorang Remaja ini Diduga “Disekap”, Hp Aplle 10 Rusak, IPhon dan KTP Dirampas
remaja putri sebut sebut saja bunga mengalami dugaan penganiayaan dari warga Pangkalan Balai. Perbuatan terduga ini terekaman CCTV milik bibi korban.
Informasinya terduga merupakan Ketua ILDI (Ikatan Langkah Dansa) kabupaten Banyuasin.
Bunga menjelaskan bahwa kronologis kejadian bermula saat dirinya yang mendapatkan penganiayaan tersebut tidak sengaja membuat mobil Ketua ILDI Kabupaten Banyuasin tersebut rusak.
kaca spion sebelah kiri patah dan kap depan mobil rusak.
Terkait keanggotaan ILDI, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) ILDI Provinsi Sumatera Selatan Hj. Eryn Sukma S.H,S.E saat dimintai tanggapannya lewat pesat singkatnya membenarkan bahwa yang bersangkutan adalah anggota dari organisasi ILDI Banyuasin.
“Secara Organisasi ybs (yang bersangkutan) benar merupakan ketua ILDI BA( Banyuasin red). Bukan calon tapi merupakan ketua” Tulisnya.
Sedangkan terkait dugaan penganiayaan terhadap remaja itu menurut Ketua ILDI Provinsi Sumsel ini, tidak ada sangkut pautnya dengan organisasi.
“Sementara bila mana benar ada kejadian yang dimaksud, itu pribadi dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan organisasi”. Tukasnya








