BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA- Dua Rumah Tak Layak Huni (RTLH) yang berada di pinggir Sungai Lilin, saat ini kondisinya memprihatinkan, atap rumah yang terbuat dari daun nipah mulai mengering, dinding papan yang sudah termakan usia, dan kondisi tiang penyangga yang mulai miring dan nyaris ambruk. Darwis dan Yami sang pemilik rumah dengan terpaksa menempati rumah tersebut bersama keluarganya, karena hingga kini belum mampu untuk memperbaiki rumah kediamanya.
“Rumah ini saya diami bersama keluarga sudah belasan tahun, karena tidak punya biaya untuk memperbaikinya sehingga kondisinya rusak dan hampir ambruk,” ujar Darwis (48) warga Rw 05 Rt 01 Teluk Kemang Kelurahan Sungai lilin kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), senin (5/2/18).
Menurut bapak dari dua orang anak yang pekerjaan keseharianya sebagai buruh serabutan sekaligus nyambi pedagang sayuran ini mengatakan, saat air pasang, maka air sungai masuk kerumah miliknya dengan ketinggian kurang lebih 40 centimeter.
“Kami tidak bisa berbuat apa-apa pak, hasil sehari-hari cukup untuk makan saja terimakasih,” ungkapnya.
Senada dikatakan Yami warga yang sama, meskipun dirinya merasa was-was disaat musim penghujan, namun dirinya tak dapat berbuat banyak, karena tak mampu memperbaikinya secara swadaya.
Sementara itu, Ketua RW 04 Rt 01 Raden Iskandar (62) mengatakan, kedua keluarga tersebut tergolong keluarga tak mampu. Rumah mereka yang berbentuk panggung menggunakan material dari sebetan papan bekas dan dinding kanan kirinya sudah using, lainnya kayu dan gebyok serta dengan kondisi lantai dari papan bekas disusun agak renggang dan mulai berlubang.
Dirinya berencana akan melaporkan sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan Sungai Lilin, “saya sebagai RW 04 merasa sangat prihatin melihat kondisi tersebut, sudah beberapa tahun kondisinya sangat memprihatinkan. Harapan kami semoga Pemerintah setempat bisa membantu untuk meringankan beban kedua keluarga tersebut, ‘ jelasnya.








