BUANAINDONESIA.CO.ID, PALEMBANG,- Konflik PBVSI Sumsel yang kini tengah terjadi belum menemukan titik terang, hingga kini pihak panitia penyelenggara Liga Voli (Livoli) Sumsel. Diduga belum melakukan keterangan resminya terkait penetapan juara yang mereka lakukan beberapa waktu lalu.
Dari itu, buanaindonesia.co.id, menyambangi Sekretaris Umum PBVSI Sumsel untuk dapat melakukan upaya terbaik dalam menyelesaikan permasalahan yang kini terjadi.
Drs. Waluyo. M. PDI. Ketika disambangi dikediamannya, mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh panitia dengan melakukan Diskualifikasi terhadap peserta yang sudah masuk dalam finalis sangat tidak dibenarkan, terlebih kesalahannya hanya tidak hadir.
“Kejadian ini sudah dua kali terjadi, pertama terjadi saat Popda Palembang, dan kedua terjadi lagi di Liga Voli Sumsel ini, sebelum kejadian panitia sudah saya panggil untuk saya berikan masukan, namun yang bersangkutan tidak datang ke kediaman saya, bahkan meminta untuk bertemu di Caffe, secara etika kalau berbicara di Caffe itu tidak relevan sebab apa yang kita bicarakan sepenuhnya tidak jelas, karena di Caffe suasananya ramai, ada suara orang lain yang berbicara, ada suara musik yang mengalun baik lembut hingga keras, makanya saya tidak mau kalau berbicara di Caffe, sedangkan saya mengundang ke rumah mereka tidak datang,”Ucap, Sekretaris Umum PBVSI Sumsel, Dr. Waluyo. M. PDI. Sabtu, 25/3/23.
Ditambahkannya, dirinya tidak berkomentar di Media bukan berarti dirinya tidak perduli atas kejadian yang saat ini berlangsung, namun dirinya akan berkomentar bila datang langsung menemui dirinya.
“Sebelumnya saya mengklarifikasi bahwa saya tidak berkomentar, hal tersebut saya lakukan karena saat saya ditanya kondisi saya sedang sakit, dan kedua saya tidak mau menjawab pertanyaan melalui WhatsApp ataupun alat lainnya, saya lebih senang bertemu langsung, bersilaturahmi di kediaman saya,”Ujarnya.
Ditegaskannya, pihaknya akan segera memanggil panitia yang terlibat didalam kegiatan Liga Voli Sumsel tersebut, dengan memanggil juga pihak terkait baik yang dirugikan maupun merugikan, agar permasalahan tersebut segera selesai.
“Nanti akan saya panggil pihak panitia, saya sebagai sekretaris umum PBVSI Sumsel tidak mau kejadian ini berlarut-larut, hingga sampai ke ranah hukum, kita duduk bersama antara panitia maupun peserta, dan Ketua KONI Sumsel,”Katanya.
Dirinya menyayangkan diskualifikasi dilakukan oleh Panitia Livoli Sumsel, sebab menurutnya diskualifikasi tidak perlu dilakukan kepada peserta.
“Saya harap kejadian ini tidak terulang lagi, panitia ini saya nilai arogan, sebab memaksakan kehendak mereka sendiri tanpa memikirkan kondisi dan situasi peserta, saya panitia kamu harus mengikuti aturan saya, ya tidak bisa seperti itu,”Imbuhnya.
Dirinya berharap, kedepan Pengurus PBVSI Sumsel harus mengedepankan komunikasi dan sinergitas sesama pegiat voli di Bumi Sriwijaya ini.
“Harusnya komunikasi dikedepankan, apa lagi sebelumnya kita-kita ini sudah saling kenal, sudah sama-sama baik, jangan sampai nantinya dari kejadian ini akan ada yang mengalami penyesalan menanggung resiko dari perbuatannya,”Tegasnya.
Terpisah, Mantan Sekretaris Umum PBVSI Sumsel, Drs. H. Faisol Dulhai, dirinya menyarankan agar permasalahan yang terjadi saat ini dapat diselesaikan secara baik-baik.
“Saya minta semua pihak duduk satu meja, untuk panitia jangan lari dari tanggungjawab, komunikasi saja dengan Caroline, bersikaplah ksatria. hadapi dan jelaskan kenapa dia bisa memberikan sanksi kepada peserta yang tidak ada didalam THB tersebut, “Tukasnya.










