Emak Emak di kecamatan Sungai Lilin Keluhkan Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram

3.386 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA – Kelangkaan gas Elpigi bersubsidi 3 kilo gram di wilayah Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) beberapa hari terakhir, membuat ibu rumah tangga dibikin pusing lantaran aktivitas para Emak ini menjadi terganggu.

Diduga pihak Pertamina mengurangi pasokan ke setiap pangkalan, mengakibatkan langkanya Elpiji 3 Kg di pasaran.

Murni (42) ibu rumah tangga yang setiap harinya berjualan gorengan di Begadang Jaya mengaku, hari ini dirinya tidak berjualan lantaran Gas Elpigi 3 kg sulit di dapatkan.

“Ya sampai sekarang saya belum dapat gas,” ungkap Murni warga kelurahan Sungai Lilin Jaya , Kecamatan Sungai Lilin kepada buanaindonesia.co.id, selasa (12/3/19).

Sehari sebelum berjualan, dirinya sudah mencari gas ke beberapa warung sekitar rumahnya, namun semuanya kosong. “Saya pernah mencari ke sejumlah warung yang jaraknya lebih jauh, yakni disekitar Pasar Sungai Lilin, namun harganya tidak seperti biasanya sangat mahal harganya mencapai Rp 30.000,- per tabungnya.” imbuh Murni.

Akibat sulitnya gas tersebut, Komaria (45) juga mengaku tidak bisa memasak dan untuk memenuhi kebutuhannya, terpaksa harus membeli makanan siap saji. “Karena tidak ada gas, terpaksa kalau mau makan beli ke luar,” katanya.

Sementara, Cecep pemilik warung yang mengecer gas subsidi di Sungai Lilin mengatakan, sudah enam hari tidak menjual gas subsidi. Ia mengatakan, biasanya gas dipasok sebanyak 10 tabung per tiga hari, tetapi sekarang sudah enam hari tidak ada yang memasok gas. Sementara untuk tabung gas yang 5,5 kilo masih tersedia, jelasnya.

Senada, menurut salah Satu Pemilik Pangkalan Gas Elpigi 3 kg di Sungai lilin, Pasokan yang di kirim ke pangkalannya dalam bulan ini di kurangi oleh pertamina, biasanya dalam satu bulan pihaknya mendapat pasokan dari Agen PT Bani Citra Buana 3 kali, namun di bulan ini dirinya hanya dikirim 2 kali.

Bagaimana Menurut Anda?