Gas 3 Kg di Sungai Lilin Langka, inikah Salah Satu Penyebabnya?

18.994 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA – Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 Kg yang kerap terjadi di Kecamatan Sungai Lilin Kab. Musi Banyuasin mungkinkah salah satunya dipengaruhi oleh aksi borong memborong. Akibatnya tidak lama gas datang di pangkalan bisa cepat habis.

Seperti yang terjadi di salah satu pangkalan a/n Andri di Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Kab. Musi Banyuasin (Muba). di pangkalan ini sabu (17/03/18) terpantau Menjual Borongan Kepada Beberapa BUMdes Gas Elpigi 3 Kg Sebanyak 100 tabung, Gas yang 5 Kg Sebanyak 50 tabung, dan 12 Kg Sebanyak 50 Tabung

Advertisement

Ironisnya, gas yang dijual diduga melebihi harga Eceran Tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah. Harga gas 3kg Pertabung di patok dengan harga Rp 20.000, sementara harga HET sebesar Rp 18000.

Sutiman Kepala Desa Sumber Rezeki B1 Kecamatan Sungai Lilin Saat di Wawancarai di Ruang kerjanya , membenarkan BUMdes yang ia Kelola tersebut, di Suplai dari Pangkalan Andri yang ber alamatkan Sungai lilin Jln Palembang-Jambi Km 111 tepat nya di depan Rumah Makan Palapa Sungai Lilin.

Gas Elpigi yang di suplai antara lain , Gas Melon 3 Kg sebanyak 100 tabung dengan Harga pertabung Rp 20.000,- Gas warna Ping 5 kg sebanyak 50 tabung dan Gas yang 12 Kg sebanyak 50 tabung , “semua itu yang meyuplai pangkalan Andri”. imbuhnya

Semetara itu Andri selaku pihak pangkalan saat ditemui membantah telah melakukan pelanggaran, dirinya menyebutkan bahwa penjualan telah sesuai dengan aturan.

Bagaimana Menurut Anda?