BUANAINDONESIA.CO.ID, MURATARA – Sekitar pukul 13.00 WIB Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen AM Putranto berserta rombongan melakukan kunjungan ke desa Mandi Angin, Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara, tepatnya di suku anak dalam (SAD), yang dijadikan rumah tinggal oleh puluhan keluarga Suku Anak Dalam, Rabu (30/8/2017).
Dalam kesempatan itu Suku anak dalam (SAD) di Desa Mandi Angin Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) memberi gelar kehormatan dan tombak pusaka SAD. Karena, keduanya telah peduli dan memperhatikan kehidupan SAD.
Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI AM Putranto mendapatkan gelar Temenggung Agung. Sedangkan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mendapatkan gelar Temenggung Jaya. Keduanya mendapatkan masing-masing tombak yang terbungkus dengan kain dan kulit kayu Terap dengan panjang 1,5 meter.
Pemberian gelar adat sudah menjadi tradisi SAD kepada para tamu yang datang dan memberikan perhatian kepada masyarakat dan anak-anak SAD. Sedangkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Martoyo didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel, Ny Winny Charita Agung Budi Martoyo memberikan bantuan untuk anak-anak SAD agar terus sekolah.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan warga SAD merupakan sedulur kita. Mereka bagian dari masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kami datang bentuk perhatian dan peduli dengan masyarakat SAD. Saya (Kapolda) dan Pangdam merupakan dulur SAD juga, sehingga keinginan mereka untuk sama dengan masyarakat lainnya merupakan keinginan yang tulus,” jelas Irjen Pol Agung Budi Maryoto bersama Mayjen TNI AM Putranto. Rabu (30/8) saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka hari kesatuan gerak Bhayangkari (HKGB) ke-65 di rompok SAD Desa Mandi Angin Kecamatan Rawas Ilir.
Menurutnya, TNI/Polri bersifat pembinaan sedangkan untuk yang lainnya sesuai dengan keinginan yang ada ada keterlibatan institusi lainnya. Seperti untuk proses tanah ada Badan Pertanahan Nasional (BPN). Termasuk juga pendidikan dan kesehatan ada.
“Saya harap para Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta aparat pemerintah setempat. Dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM) para SAD. Karena saya ingin ada dari SAD nantinya menjadi polisi atau tentara,” kata dia.
Irjen Pol Agung Budi Maryoto menjelaskan terus latih SDM para SAD mulai sekarang. Sehingga, ketika masuk polisi atau tentara tidak main belakang. Tetapi, berkompetisi sebab masuk polisi dan tentara saat ini semuanya transparan. “Nah, saat ini sudah ada tiga putra Muratara yang masuk polisi dan sudah menjalani pendidikan. Saya harap putra-putri dari SAD menjadi polisi atau tentara nantinya,” ujar Agung Budi Maryoto.
Setelah pemberian gelar adat dan tombak SAD. Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan pangdam II/Swj Mayjen TNI AM Putranto meresmikan sarana cuci mandi kakus (MCK) dan sumur air bersih serta membagikan alat tulis belajar serta sembako.
Sedangkan, Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel, Ny Winny Charita Agung Budi Maryoto dalam rangka hari kesatuan gerak Bhayangkari (HKGB) ke-65 meresmikan ruang kelas belajar dan taman cerito Bhayangkari.








