BUANAINDONESIA.CO.ID MUBA – Sejak pagi, halaman Kantor Camat Lawang Wetan mulai dipadati warga. Sebagian datang membawa tas belanja, sementara lainnya rela mengantre demi mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Di tengah harga sejumlah kebutuhan pokok yang masih tinggi, Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi angin segar bagi masyarakat.
Program yang digelar Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Muba itu kembali hadir di Kecamatan Lawang Wetan, Rabu (15/7/2026), sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.
Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu program yang terus didorong di bawah kepemimpinan Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, SH dan Wakil Bupati Abdur Rohman Husein. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, menjaga stabilisasi harga, memperlancar distribusi, serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Pelaksanaan GPM kali ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan Muba, PT Muba Energi Maju Berjaya, Perum Bulog, dan Bank Sumsel Babel.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muba, Frans Gustian, ST., M.Si., mengatakan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Lawang Wetan difokuskan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama di tengah kenaikan harga beberapa komoditas pangan.
“Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa memanfaatkan momentum ini untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau. Harapannya tentu dapat membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat,” kata Frans.
Menurutnya, program tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati H. M. Toha Tohet dan Wakil Bupati Abdur Rohman Husein sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Ia menegaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
“Sepanjang tahun 2026, Bank Sumsel Babel telah mendukung pelaksanaan program ini sebanyak 10 kali, sedangkan PT Muba Energi Maju Berjaya telah berkontribusi dalam empat kali kegiatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Muba, H. M. Febriansyah, ST., MM., menjelaskan pada pelaksanaan GPM kali ini disiapkan sebanyak 1.200 paket bahan pangan dengan total subsidi mencapai Rp18 juta.
Subsidi tersebut berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sumsel Babel sebesar Rp12 juta atau Rp10 ribu untuk setiap paket, serta CSR PT Muba Energi Maju Berjaya sebesar Rp6 juta atau Rp5 ribu per paket.
Sebanyak 1.200 paket yang disediakan terdiri atas beras SPHP kemasan 5 kilogram dan tepung terigu kemasan 1 kilogram.
“Harga normal paket dari Perum Bulog sebesar Rp74 ribu. Setelah mendapat subsidi Rp15 ribu dari Bank Sumsel Babel dan PT Muba Energi Maju Berjaya, masyarakat cukup membayar Rp59 ribu per paket,” jelas Febri.
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berharap program Gerakan Pangan Murah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui sinergi bersama Bulog, BUMD, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Muba Maju Lebih Cepat.










