GPMM Tuntut Direktur RSUD Banyuasin di Pecat

13.962 dibaca
GPMM Demontrasi di gedung DPRD Banyuasin Menuntut Direktur RSUD di berhentikan Tuntut Direktur RSUD Banyuasin di Pecat
GPMM Demontrasi di gedung DPRD Banyuasin Menuntut Direktur RSUD di berhentikan Tuntut Direktur RSUD Banyuasin di Pecat

BUANAINDONESIA.COM, SUMSEL – Masa yang diperkirakan puluhan orang mengatas namakan Gerakan Pemuda Mahasiswa Menggugat (GPMM) mendatangi Kantor Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Banyuasin kamis (30/3).Iklan rumah banyuasin

Kedatangan GPMM tersebut mendesak agar Bupati dan DPRD Banyuasin segera memecatan Direktur RSUD Banyuasin dr. Emi Lidia. Karena, dinilai banyak permasalahan yang patut untuk di sikapi. Dalam aksinya GPMM yang di kordinatori Legar Bastian dan Idrus Tanjung menyatakan sikap. diantaranya, Pihak RSUD sampai saat ini diduga belum melakukan upaya- upaya yang solutif tentang kurangnya tenaga kerja kebersihan sampah, tenaga pengelolaan air bersih, karyawan pembakaran limbah, Kesiap siagaan Ambulan, berikut sopir mobil Ambulan, sesuai dengan jumlah mobil. Selain itu, penyelesaian atas dugaan stok obat habis/ kosong. hal itu dibuktikan adanya pasien yang menebus obat / bayar di apotik lain sementara di apotik RSUD hanya menyediakan obat habis CTM dan Parasetamol saja.

Advertisement

Aksi GPMM yang diawali di depan kantor Bupati Banyuasin di terima langsung Aisisten I Pemerintah kabupaten Banyuasin Senen Har, yang siap melakukan pengecekan ke RSUD Banyuasin.

“Kita bersama-sama berikan kesempatan kepada pemerintah untuk melakukan pengecekan apa yang menjadi tuntutan kalian” ucapannya ditengah-aksi

Setelah selesai melakukan aksi di depan kantor Bupati, GPMM melanjutkan aksinya ke kantor DPRD Banyuasin, namun setelah melakukan orasi hampir 1 jam , tidak ada satupun anggota DPRD Banyuasin yang memenuhi para pendemo. hanya Kabag hukum dan perundang-undangan yang menemui mereka, tentu saja membuat para pendemo dari GPMM tersebut kecewa dan melakukan aksi bakar berkas tuntutannya. Lalu membubarkan diri.

Aksi dari GPMM ini dikawal ketat oleh Petugas dari Polres Banyuasin, dari mulai kedatangan hingga membubarkan diri.

Bagaimana Menurut Anda?