Hadiri Pembinaan Lembaga Adat Desa Pangkalan Panji, Camat Banyuasin III Ungkap Kerinduannya Masa Kecil

10.523 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN,- Camat Banyuasin III, Santo. S. Sos. M. Si. Menghadiri Pembinaan Lembaga Adat yang ada di Desa Pangkalan Panji, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin Sumsel. 

Kegiatan dilaksanakan di Gedung Serba Guna Desa Pangkalan Panji, hadir dalam kegiatan Kepala Desa Pangkalan Panji, Amir syamsir. Sekdes Pangkalan Panji, Pengurus Lembaga Adat Kabupaten Banyuasin, serta para tokoh adat Desa Pangkalan Panji. Kegiatan berjalan aman dan lancar.

Advertisement

Santo mengatakan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka pembinaan Lembaga Adat Desa Pangkalan Panji, Pembinaan tersebut bertujuan untuk menghidupkan dan melestarikan budaya serta adat yang ada di Desa Pangkalan Panji.

Dalam kegiatan tersebut dijelaskan oleh Camat Banyuasin III, bahwa di pemateri oleh Pengurus Lembaga Adat Kabupaten Banyuasin.

“Pemateri kegiatan diisi oleh H. Abd Somad, dia bercerita tentang adat hidangan batang pinang, dan hukum adat yang ada di Kabupaten Banyuasin, hal tersebut sesuai dengan Petunjuk dan arahan Kapolri dan Kejagung, bahwasanya bila terjadi perselisihan dengan perkara yang ringan harus di selesaikan secara adat, mufakat.”Ujarnya.

Dirinya berpesan, dengan adanya pembinaan adat di Kecamatan Banyuasin III, hal tersebut merupakan bagian dari Program Banyuasin Religius.

“Saya berpesan kepada Lembaga Adat yang ada di Desa Pangkalan Panji untuk dapat menggaungkan adat-istiadat yang ada di Desa mereka, sebab adat istiadat yang ada di Kecamatan Banyuasin III ini merupakan bagian dari Program Bupati Banyuasin yaitu Banyuasin Religius, “Katanya.

Dirinya menjelaskan, adat istiadat yang ada di Kecamatan Banyuasin III dan Kabupaten Banyuasin terdiri dari adat menimbang kepala kerbau yang mempunyai makna bahwa suatu bentuk membayar janji, atau nazzar.

“Sepengetahuan saya dari kecil di Kecamatan Banyuasin III ini, kakek , buyut saya dulu kalau ada niat mereka menimbang kepala kerbau, hal itu merupakan adat yang telah ada sejak dulu,”Imbuhnya.

Masih dikatakannya, selain menimbang Kepala kerbau di Kecamatan Banyuasin III memiliki kebiasaan seperti kebudayaan ningkok an atau hiburan anak muda.

“Pengalaman saya saat kecil dulu juga biasa menonton hiburan remaja, yaitu ningkok an (Bahasa Banyuasin) dahulu kala selalu digelar yang bermain kakak pria dan wanita kami, dengan menggunakan selendang dan satu buah alat musik yang dijadikan sebagai alat bergoyang serta berinteraksi diantara pemain, nah saya sebagai Camat Banyuasin III sangat mendukung sekali budaya ini, dan saya merindukan. Sebab saat ini para remaja tidak kenal bahkan bersikap apatis disebabkan oleh pengaruh dari luar dan alat komunikasi yang canggih sehingga adat istiadat dan budaya sendiri luntur, “Katanya.

Dirinya berharap, masyarakat Banyuasin III dapat kembali menghidupkan adat istiadat dan budaya yang ada di Kecamatan Banyuasin III ini.

“Saya berharap, masyarakat Banyuasin III bisa kembali menghidupkan adat istiadat dan budaya yang ada, seperti nimbang Kepala kerbau, Ningkok an , serta setewean (membantu warga yang hajatan,) dan gotong royong baik menjaga lingkungan maupun membantu masyarakat yang mengalami musibah atau tertimpa sakit,”tandasnya.

Bagaimana Menurut Anda?