Harga Sembako Dikeluhkan Warga, Begini Jawaban Pemkab Banyuasin

17.915 dibaca
Sembako yang harga dikeluhkan warga.

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN,- Meskipun sudah memasuki tahun 2018, harga sembilan bahan pokok rumah tangga di Pasar Rakyat Pangkalan, Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, masih terbilang tinggi. Hal tersebut dikeluhkan oleh para ibu rumah tangga yang berbelanja kebutuhan rumah tangga, sedangkan harga komoditas karet masih murah sehingga tidak seimbang dengan pengeluaran masyarakat Banyuasin.

Pihak Pemkab Banyuasin melalui Diskoperindag Banyuasin akan melakukan operasi pasar agar harga sembako yang dikeluhkan masyarakat kembali stabil.

Advertisement

“Ayam harganya Rp 38.000 belum berubah setelah memasuki pertengahan januari ini, sebelumnya, di tahun 2017, harganya Rp 28.000. Beras kalau merk Raja, ukuran 10 kg, sebelumnya Rp 105.000, sekarang sudah Rp. 115.000,” ucap Rat, warga Kelurahan Kedondong Raye, minggu, 21 januari 2018.

Dirinya menambahkan, harga sembako yang ada saat ini tidak berbanding dengan harga karet yang menjadi mata pencaharian masyarakat.

“Sedangkan pendapatan kita sebagai masyarakat tidak sebanding dengan harga-harga yang ada tersebut, seperti saat ini harga karet yang masih jauh dari harga standar,” tambah dia.

Dirinya berharap, Pemkab Banyuasin dapat melakukan tindakan atas harga yang belum stabil tersebut. Mengingat pendapatan mereka tidak seimbang dengan pengeluaran yang ada.

“Kita berharap, pemerintah Kabupaten Banyuasin dapat melakukan operasi harga pasar , sehingga harga-harga kembali normal, seimbang dengan pendapatan masyarakat dan harga karet sebagai komoditas pendapatan masyarakat Banyuasin, sebab pengeluaran kita bukan hanya membeli sembako saja, namun juga biaya sekolah anak dan biaya listrik serta PDAM.” tukasnya.

Sementara, Bupati Banyuasin, Ir. SA. Supriono, MM., melalui Kadis Diskoperindag dan UKM ketika dikonfirmasi melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Banyuasin, Erwin ibrahim, ST. MM. Mba., mengatakan bahwa kenaikan harga sembako yang belum stabil tersebut dampak dari inflasi.

“Kenaikan harga barang disebut juga inflasi. Inflasi merupakan suatu gejala ekonomi yang tidak pernah dapat dihilangkan dengan tuntas. Usaha-usaha yang dilakukan biasanya hanya sampai sebatas mengurangi dan mengendalikannya.” ucap Hj,  Ria Apriani selaku Kadis Koperindag dan UKM Kabupaten banyuasin.

Dijelaskannya, harga yang belum stabil hingga di penghujung januari ini merupakan isu Nasional, bukan permasalahan daerah saja.

“Jadi ini permasalahan nasional. Pemerintah daerah, khususnya Pemkab Banyuasin, saat ini masih mengikuti instruksi dari kebijakan ekonomi pemerintah pusat. Salah satu upaya yang bisa dilakukan Pemkab Banyuasin adalah dengan melakukan operasi pasar dengan melakukan kerjasama Kepala Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan. Yang biasanya Bulog sudah menyiapkan beberapa ribu ton beras dan sembako untuk melakukan operasi pasar di titik-titik penghitungan inflasi.” lanjut Hj. Ria Apriani.

Ditegaskannya, Pemkab Banyuasin akan terus berusaha melakukan upaya tersebut baik agar masyarakat Banyuasin merasakan harga yang stabil.

“Operasi pasar yang dilakukan dilaksanakan di pasar tradisonal, pencatatan BPS maupun non pencatatan BPS, pemukiman penduduk, dan Rumah Pangan Kita (RPK). Pemkab banyuasin tetap akan melakukan berbagai upaya untuk menekan inflasi harga beras dan sembako di wilayah Kabupaten Banyuasin.” pungkas Ria.

Editor: NA

Bagaimana Menurut Anda?