BUANAINSUMSEL.COM,BANYUASIN – Bulan Februari 2017 diperkirakan akan mulai masuk musim kemarau, hal .ini disebabkan oleh gejala el nino yang menyebabkan kemarau lebih awal dari tahun lalu yang biasa terjadi bulan April. Hal tersebut dikatakan oleh Abas Kurib, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengelohan limbah (P3L), berdasarkn Info dari BMKG tahun 2017 ini lebih kering dari tahun sebelumnya, dengan ditandai sedikitnya curah hujan. Akibat dari prediksi tersebut, pihaknya mengaku telah melakukan antisipasi kebakaran lahan dan hutan yang berdampak pencemaran udara, dengan setiap desa telah dibentuk satuan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan melibatkan polisi dan TNI.
“Kalau perkiraan dari BMKG, akan terjadi el nino tahun 2017. yang kita lakukan adalah siap-siap. karena, gejalanya lebih awal, yakni Februari,” Kata Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengelohan limbah, Abas Kurib saat diwawancarai diruang kerjnya Senin(23/1).
Ditegaskannya, Jangan sampai terjadi lagi ada kabut asap seperti tahun lalu, dan mencegah lebih baik dari pada memadamkan.
“Bagi oknum oknum yang dengan sengaja atau lalai dan bersama sama membakar atau mencemari udara akan di sangsi UU 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengolahan lingkungan hidup. Dan diatur juga dalam UU perkebunan, barang siapa yang membakar lahan akan disangsi pidana dan denda.”Ujarnya.
Masih kata dia, Lalu untuk asap dari pabrik juga harus memenuhi baku mutu, atau tidak melewati ambang batas.
“Kita siap mengawal apa yang diperkirakan oleh BMKG, mengingat kemarau tahun 2017 ini akan lebih panjang. Diperkirakan, mulai bulan Februari nanti .”tukasnya.
Editor : Juansyah








