PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Hj Eliza Alex Noerdin Kamis 13 November 2015 menerima penghargaan gerakan memasyaraktkan gemar makan ikan (gemarikan) dari Direktorat Jendral Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Perikanan dan Kelautan, di Jakarta Internasional Expo (JIE) Kemayoran Jakarta.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sri Dewi Titi Sari mengatakan bahwa penghargaan ini diberikan kepada Hj Eliza Alex selaku ketua Forikan dan ketua Tim Penggerak PKK Sumatera Selatan (Sumsel) atas peranan dan dedikasinya meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Sumatera Selatan.
Lebih lanjut Tuti mengatakan bahwa konsumsi ikan masyarakat Sumsel sebanyak 38,7 kg per tahun perkapita lebih tinggi dari konsumsi masyarakat Indonesia. Rata-rata masyarakat Sumsel mengkonsumsel pertahun mencapai 34 kg per kapita.
Selain karena masyarakat Sumsel gemar mengkonsumsi makanan berbahan ikan, sosialisasi gemar makan ikan dari Forikan, PKK dan Dinas Perikanan dan Kelautan kepada masyarakat khususnya anak-anak untuk gemar makan ikan cukup gencar,
“selain melakukan sosialisasi gemar makan ikan, kami juga sering mengadakan lomba memasak serba ikan,” jelas Titi
Hj Eliza dalam kesempatan ini mengatakan bahwa anak yang dari kecil terbiasa makan ikan akan tumbuh cerdas
“Kita harus terus mensosialisasikan gemar makan ikan kepada anak-anak karena di dalam ikan banyak kandungan gizi yang baik bagi perkembangan otak anak-anak, seperti protein dan omega 3, “ujarnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dalam sambutanya ia menyatakan bahwa anak-anak yang gemar makan ikan akan menjadi anak yang sehat dan pintar,
“Anak-anak yang sering makan ikan tidak akan menyusahkan orang tua, mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang jarang sakit, sehat dan cerdas dan kedepannya dapat menjadi pilar pembangunan manusia indonesia,” kata Susi dalam sambutannya
Lebih lanjut Susi menjelaskan bahwa tanpa protein yg cukup anak-anak akan tumbuh banyak kekurangan dan keterbatasan.
“Mengkonsumsi Ikan lebih murah dan sehat, bebas penyakit dan juga menjaga devisa agar kita tidak impor sapi,”pungkasnya (Rel Humas PKK)








