
PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat, 13 November 2015 mengadakan Rapat Paripurna X di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel lantai II. Rapat Paripurna, Jumat (13/11) dengan agenda tanggapan dan Jawaban Gubernur Sumsel terhadap pemandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel atas penjelasan Gubernur terhadap Raperda tentang APBD tahun anggaran 2016.
Adapun 9 Fraksi di DPRD Sumsel. Fraksi PDIP, Demokrat,Golkar, Gerindera, PAN, PKB, Hanura, NasDem, dan PKS
Alex Noerdin, Gubernur Sumsel, Pertama kali menanggapi Pemandangan Umum Fraksi Partai PDI Perjuangan yang disampaikan oleh Robby Budi Puruhita dianataranya :

“Perlu adanya pengembangan Badan Usaha Daerah (BUMD) kearah yang lebih baik,” Kata Robby, saat membacakan pemndangan Fraksi. Jawaban Alex Noerdin, Pemprov Sumsel sekarang ini terus melakukan pembenahan BUMD yang sudah ada. Sekarang juga akan ada pembentukan BUMD yang baru.
Fraksi Demokrat, juru bicara Ahmad Yani, menanyakan penyebab menurunnya APBD Tahun 2016 dan cara menaikan kembali. Dijawab Alex Noerdin, Menurut orang nomor satu di Sumsel ini disebakan oleh Kondisi ekomi global, yang mengalami penurunan yang dampaknya secara otomatis dialami oleh pemerintah Sumsel.
Alex menambahkan, akan melakukan pembenahan terhadap BUMD yang sudah ada, dan akan membentuk BUMD yang baru didukung oleh manajemen yang profesional sehingga dapat memberikan peningkatan terhadap APBD
Fraksi Golkar, yang disampaikan Nasrun Madang, menanyakan terkait masalah adanya penurunan kontribusi bagian laba perusahaan daerah dari PT. Bank Sumsel Babel, Tambang Batu Bara Bukit Asam. Adapun jawaban Alex Noerdin,turunnya kontribusi dikarenakan penyesuaian atas kemampuan atas penerimaanjenis pendapatan tersebut.
Orang Nomor satu di Sumsel menanggapi pertanyaan Fraksi Gerindera, jubir Riwi Nuriswanto, minta laporan secara rinci penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Dana bos yang bersumber dari APBN diperuntukan untuk operasional Sekolah SD, SMP. SD, 937.000 Siswa, SMP 354.000 Siswa, sesuai dengan juknis kemendikbud, berpatokan pada Permendikbud, RI nomor 161 tentang penggunaan dan pertanggungjawaban Keuangan dana Bos 2015,”kata Alex Noerdin
Fraksi PAN, Joncik Muhammad, minta kepada Gubenur Sumsel untuk melakukan kajian yang komprehensif terhadap perusahaan perkebunan, pos anggaran bencana kebakaran dan hutan harus ditingkatkan secara proporsional sesuai dengan kebakaran lahan di Sumsel.
Nilawati, Fraksi PKB, minta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membuat antisipasi penanggulangan bencana.
Fraksi Hanura, Jubir Iwan Hermawan, agar Gubernur Sumsel untuk meninjau kembali lahan perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit milik PT. Ricky Agrindo Sejahtera (RAS). Di Desa Pulau Beruang KecamatanTulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Sementara jawaban Alex Noerdin, nanti akan disampaikan ke Bupati OKI untuk melakukan pengecekan perizinan, apakah sesuai dengan AMDAL, mengingat izin yang menerbitkan Bupati OKI.
“Nanti saya perintahkan ke bupati OKI untuk mengecek kembali lahan PT Ricky Agrindo Sejahtera,”kata Alex Noerdin,
Sementara Fraksi Partai NasDem, Meilinda, minta kepada gubernur Sumsel untuk menyelaraskan program Pemerintah Sumsel dengan pemerintah pusat.

Dan terakhir Fraksi PKS, melalui Jubir Asweni minta diprogramkan padat Karya untuk menanggulangi kemiskinan serta mencari solusi terhadap guru honorer swasta untuk sekolah agama adapun jawaban gubernur Sumsel terkait pertanyaan itu, sebagai berikut :
“Untuk Program padat karya akan kita anggarkan tahun 2016, dua paket, 450.000.000, kalau untuk sekolah swasta, sudah ada kesepakatan antara Wali Murid dengan sekolah. Sementara untuk Sekolah dibawah kementerian Agama bersumber dari APBN, disalurkan kerekening sekolah masing-masing. Kedepan akan meningkatkan koordinasi dengan kementerian agama untuk mencari solusi,”pungkasnya (ADV)








