Hujan Datang, Petani Daerah ini Sumringah

10.312 dibaca

BANYUASIN, Buanaindonesia.com – Petani padi Upsus IP 200 yang ada di Desa Sako Kecamatan Rambutan, sumringah. Pasalnya, sawah yang mereka tanam dengan cara tugal (menanam biji benih) di lahan kering, kini telah disiram air hujan. Dan tentu saja mereka optimis hasilnya akan sangat memuaskan, tidak kalah dengan tanam reguler.

Ketua Gapoktan M Jana mengatakan jika lahan yang di tugal ini seluas 200 hektare milik kelompok tani (poktan), dirinya mengaku jika petani padi di Desa Sako ini sangat berhasil. Bahkan diharapkan dengan IP 200 yang baru mulai dikembangkan pada masa pertanaman 2015-2016 ini akan sama berhasilnya dengan tanam reguler.

Advertisement

“Yang pasti, kalau potensi lahan untuk IP 200 ini masih sangat luas, tetapi baru kita ujicobakan di lahan seluas 200 Ha. Karena selama ini petani selain menjual dan mengmkonsumsi untuk kebutuhan sendiri dari hasil panennya, petani kami juga menjual benih ke desa-desa lain. Dan selama ini selalu kekurangan. Mudah-mudahan dengan adanya IP 200 ini akan memenuhi permintaan petani di jalur akan benih padi,” ucapnya.

Dengan telah memasukinya musim penghujan ini, tentunya akan sangat berdampak positif bagi pertumbuhan padi. Apalagi, Upsus IP 200 ini baru pertamakali dilakukan tahun ini, tentunya jika ini berhasil maka akan makin meyakinkan petani lainnya agar bisa mengikuti jejak petani yang sudah lebih dahulu IP 200.

“Tentunya, hujan saat ini sangat bagus bagi pertumbuhan padi kita. Awalnya tanah kering, setelah kita selesai nugal, hujan datang. Yang pasti kita sangar beruntung, jika ini berhasil, maka sekitar Mei nanti kita akan tanam secara reguler,” ucapnya.

Camat Rambutan, Aminuddin sebelumnya mengaku optimis jika penanaman padi ini akan sukses, meski saat ini areal tanam masih kering, namun dengan akan memasukinya musim penghujan maka padi IP 200 ini akan bersaing dengan Kecamatan Rantau Bayur.

“Nugal padi, memang yang ditugal adalah benihnya langsung, beda jika lahannya basah (berair) maka akan ditanam tanaman padinya. Ini merupakan padi IP 200 yang baru akan dikembangkan oleh petani di Desa Sako. Setelah ditugal ini, kita berharap sore nanti hujan. Sehingga benih yang ditanam bisa cepat tumbuh dan pada saat penghujan nanti akan tumbuh subur,” harap Aminuddin.

Ditambahkan Kepala UPTD Pertanian Rambutan, Maulin Mart menjelaskan jika untuk program upsus 2015 ini ada tiga desa yang telah merealisasikan programnya dengan total lahan seluas 710 Ha. Masing-masing di Desa Sako 200 Ha, Pangkalan Gelebak 100 dan Gelebak Dalam 410 Ha.

“Mudah-mudahan kita bisa mengejar paling tidak menyamai produksi padi lebak di Rantau Bayur, selama ini luasan areal pertanaman padi kita baru 6.910 Ha, baik itu reguler maupun Upsus. Karena Kecamatan Rambutan ini masih sangat potensial,” tukasnya.(muh)

Bagaimana Menurut Anda?